Pendaftaran Ketum PSSI Dibuka

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Komite Pemilihan Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah membuka pendaftaran untuk calon ketua umum (ketum) dan wakil ketua umum (waketum) PSSI Periode 2019-2023 pada Kamis (12/9) kemarin.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua Komite Pemilihan PSSI, Syarif Bastaman. Dikatakanya, pendaftaran bakal calon ketum dan waketum serta Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dibuka ihingga 3 Oktober 2019, mendatang.

“Setelah periode pendaftaran selesai, pemberitahuan kekurangan dokumen pencalonan akan dilaksanakan pada tanggal 30 September sampai 6 Oktober 2019. Sedangkan, batas kandidat untuk melengkapi dokumen, yakni tanggal 1 Oktober-8 Oktober 2019,” ungkap Syarif. kepada wartawan di Garuda Store, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9) kemarin.

“Nantinya, pengumuman kandidat sementara akan kami sampaikan pada 9-13 Oktober 2019. Kami memberikan waktu banding untuk para kandidat pada 10 sampai 16 Oktober 2019. Pengumuman hasil banding akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2019,” bebernya.

“Dengan adanya keputusan KBP (Komisi Banding Pemilihan maka sudah final. pemberitahun kepada anggota pada 23 Oktober,” sambung Syarif.

Adapun untuk masa kampenye, Syarif mengatakan bahwa pelaksanaan tersebut akan jatuh pada 24-31 Oktober atau selama satu minggu. Dalam pelaksanaan itu, para calon diminta untuk menyampaikan visi dan misi serta program yang sudah atau sedang dijalankan PSSI.

“Sehingga nantinya, calon bisa sesuai dengan program PSSI. Apa yang sudah di susun PSSI sudah disupervisi dan disietujui oleh FIFA dan AFC. Kami memandang sekarang PSSI membutuhkan orang, untuk capai target 2045,” jelas Syarif.

Oleh sebab itu, menurut Syarif telah menetapkan syarat bagi para calon nantinya. Tercatat ada tujuh syarat dasar dan satu syarat terkait individu yang haru dilengkapi.

“Setiap calon bersedia menandatangani surat pernyataan untuk mengikuti prosedur integrity check sesuai statuta dan kode pemilihan PSSI serta mengikuti prosedur sosialisasi PSSI yang telah ditetapkan oleh Komite Pemilihan dan Komite Banding,” tutur Syarif.

Mereka yang ikut minimal berusia 30 tahun pada 2 November, kemudian memiliki pengalaman 5 tahun berturut-turut atau tidak dengan penegasan mengelola sepak bola di anggota PSSI.

“Mereka juga pernah atau aktif di sepak bola Indonesia, memiliki pengetahuan akan tata kelola sepak bola dan hukum sepak bola, memiliki pengalaman dalam posisi strategis,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komite Banding Pemilihan PSSI, Erwin Tobing mengaku pihaknya akan menyeleksi persyaratan yang telah ditetapkan tersebut. Menurutnya, pihaknya akan mempelajari jika ada syarat yang dianggap tidak terpenuhi oleh KP.

“Jadi kami akan seleksi semua persyaratan. Kalau seandainya KP menganggap tidak memenuhi syarat, kami akan mempelajarinya. KP bekerja sendiri, kalau tidak puas (silahkan) banding ke kami dan akan kami teliti. Bisa aja akan ada perubahan,” tutur Erwin.

Sebagai mana diketahui, setelah melakukan komunkasi intens dengan FIFA, PSSI memutuskan untuk menggelar Kongres PSSI pada tanggal 2 November 2019 mendatang di Jakarta dengan agenda pemilihan Ketua Umum.

Sebelumnya FIFA sempat tidak memberikan restu terkait waktu pelaksanaan kongres tersebut. Sebab, Federasi Sepak Bola Dunia itu meminta agar PSSI tetap menggelar Kongres pada Januari tahun depan.

Ketika Exco memutuskan Kongres Pemilihan pada 2 November 2019, mendatang, kami melakukan komunikasi intens dengan FIFA. Pada prinsifnya FIFA tidak keberatan karena yuridiksi PSSI, ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha di tempat yang sama. (fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

 

 

 

  • Dipublish : 13 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami