Peneliti Singapura Prediksi Covid-19 di Indonesia Berakhir 7 September

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id,– Para ilmuwan menggunakan data kecerdasan buatan untuk membuat prediksi berbasis data tentang kapan wabah Covid-19 di berbagai negara bisa berakhir. Salah satu yang diprediksi di Indonesia. Dalam hitungan itu, berakhirnya pandemi di tanah air kembali mundur yakni pada 7 September 2020.

Evolusi dan penyebaran pandemi tidak sepenuhnya acak. Semua pandemi, termasuk Covid-19, mengikuti siklus hidup standar yang terdiri dari fase-fase tertentu. Dimulai dengan wabah awal, pandemi dapat dilacak melalui fase akselerasi, titik belok, fase deacceleration, dan akhir.

Fase-fase ini dapat bervariasi di setiap negara. Hal itu dipengaruhi oleh faktor kebijakan pemerintah masing-masing dalam memutus mata rantai penularan virus.

Peneliti dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) telah menciptakan model matematika berbasis SIR (suseptible-recovered recovered) yang memprediksi infeksi Covid-19 di masa mendatang berdasarkan data dari kasus dan kematian yang dikonfirmasi saat ini.

Model pemantauan-prediktif diperbarui setiap hari dengan data baru yang diambil dari Covid-19 Our World in Data. Data ini berisi semua data tentang kasus yang dikonfirmasi dan kematian yang telah dikumpulkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (Solna, Swedia).

Data yang dimasukkan divisualisasikan dalam diagram batang, dan kurva berbentuk lonceng di atasnya menampilkan lintasan penyakit yang diprediksi. Sehingga memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengidentifikasi fase utama pandemi, termasuk titik belok atau puncak kurva dan akselerasi, dan fase deacceleration. Estimasi berdasarkan data tanggal akhir dapat dilihat di sini.

Dunia Berakhir 4 Desember, Indonesia 7 September

Pada 30 April 2020, model ini memperkirakan akhir 100 persen dari pandemi pada skala dunia sekitar 4 Desember 2020. Tapi jika dibedah pada masing-masing negara akan berbeda. Singapura diprediksi 100 persen bebas dari virus sekitar 28 Juni, Inggris akan 100 persen bebas sekitar 27 Agustus dan AS akan 100 persen bebas sekitar 20 September. Dan, Indonesia akan bebas 100 persen dari Covid-19 pada 7 September 2020.

Prediksi ini tetap terbuka untuk berubah, dan tanggal yang diberikan jauh dari pasti. Tim SUTD menekankan bahwa model dan data tidak akurat dengan realitas yang kompleks, berkembang, dan heterogen dari berbagai negara dan bahwa prediksi ini tidak pasti secara alami. Setiap prediksi harus dibaca dalam kombinasi dengan peristiwa terkini yang terjadi di dunia dan perubahan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi penyebaran virus.

Sumber: ddi.sutd.edu.sg

Dalam grafik ditunjukkan, pandemi Indonesia memuncak pada April-Mei 2020. Dan kurva cenderung landai pada Juni-Juli hingga September 2020.

Contoh lain, penguatan pembatasan di Singapura pada bulan April mungkin telah menekuk kurva lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Pemimpin lab Jianxi Luo memperingatkan jangan yakin berlebihan berdasarkan tanggal yang diperkirakan. Sebab setiap pelonggaran aturan jarak sosial dapat menyebabkan perputaran infeksi dan perpanjangan pandemi.

“Meskipun prediksi berdasarkan sains dan data ditujukan secara objektif, pada dasarnya tidak pasti. Satu hal yang pasti adalah bahwa model, data, dan prediksi tidak akurat dan tidak cukup untuk mewakili realitas dunia yang kompleks, berkembang, dan heterogen,” tulis Luo.

Dengan membuat situs itu, tim berharap masyarakat bisa mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh banyak orang tentang ketidakpastian masa depan pandemi. Sehingga ada harapan untuk menatap masa depan yang lebih baik dan normal. (jp)

Sumber:
https://ddi.sutd.edu.sg/
https://www.biotechniques.com/coronavirus-news/news_predicting-the-course-of-a-pandemic-when-will-covid-19-end/

  • Dipublish : 6 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami