Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali

Ilustrasi: Tim dokter saat merawat pasien Covid-19. IDI memberikan keterangan terkait dokter yang meninggal di tengah penanganan wabah Covid-19 (AFP)
Ilustrasi: Tim dokter saat merawat pasien Covid-19. IDI memberikan keterangan terkait dokter yang meninggal di tengah penanganan wabah Covid-19 (AFP)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA – Jika sudah terinfeksi Covid-19, penyintas jangan yakin dulu bahwa dirinya aman karena memiliki antibodi. Sebab tak sedikit dari mereka yang terkena infeksi ulang.

Dilansir dari Science Times, Senin (19/4), sebuah penelitian terbaru, berjudul ‘Sars-Cov-2 Seropositif dan Risiko Infeksi Selanjutnya pada Dewasa Muda yang Sehat: Studi Kelompok Prospektif’ menyatakan bahwa kekebalan tubuh akan infeksi ulang tidak dijamin. Sebab, Covid-19 bisa menginfeksi dua kali berdasarkan analisis pengamatan terhadap lebih dari 3 ribu rekrutan Marinir AS. Tapi, meski bisa reinfeksi, mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki risiko infeksi yang lebih rendah.

BACA JUGA:  6 juta bahan vaksin sinovac tiba 

Selama periode pengamatan enam minggu, sekitar 10 persen rekrutan yang sebelumnya kena Covid-19 justru  terinfeksi kembali. Orang yang direkrut yang tidak pernah terkontaminasi sebelumnya dinyatakan positif 50 persen selama penelitian.

Penulis penelitian percaya bahwa kondisi hidup yang sempit di pangkalan militer menyebabkan tingkat infeksi keseluruhan yang lebih tinggi. Risiko infeksi ulang meluas ke semua orang muda.

Antibodi Memberikan Perlindungan?

Sekitar 189 subjek terutama pria muda berusia antara 18 dan 20 tahun memiliki seropositif. Artinya mereka telah terinfeksi virus Korona dan memiliki antibodi di dalam darahnya.

Kebanyakan orang memiliki respons antibodi terhadap infeksi. Sistem kekebalan menciptakan protein untuk memerangi penyusup tertentu jika mereka kembali. Sementara antibodi dapat berkurang dalam beberapa bulan setelah infeksi, sistem kekebalan memiliki pertahanan lain.

Seorang dokter penyakit menular dan peneliti utama studi tersebut Komandan Andrew Letizia mengatakan, tim tersebut mengukur antibodi sebagai bukti infeksi sebelumnya. Mereka yang telah sakit dan belum pernah terinfeksi ulang, memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah. Sedangkan mereka yang sebelumnya pernah sakit tetapi pernah terinfeksi ulang, memiliki tingkat antibodi lebih tinggi.

Sedangkan, Profesor Stuart Sealfon dari Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York, dan penulis senior laporan Korps Marinir AS, menggarisbawahi bahwa penyintas muda itu akan tertular virus lagi dan masih menularkannya kepada orang lain meskipun sebelumnya telah terinfeksi. Kekebalan tidak dijamin oleh infeksi di masa lalu.

“Vaksinasi memberikan perlindungan tambahan masih diperlukan bagi mereka yang pernah menderita Covid-19,” kata Prof Sealfon.

Reinfeksi Sekitar Seperlima

Setelah Infeksi Covid-19, sekitar sekitar 80 persen orang bisa mendapatkan kekebalan perlindungan setelah enam bulan, menurut sebuah penelitian di Denmark terhadap 4 juta orang. Artinya ada risiko 20 persen atau seperlima orang bisa terinfeksi dua kali. Sedangkan sebuah studi di Denmar mengatakan bahwa hanya 47 persen lansia yang terlindungi dari infeksi ulang atau separuhnya masih berisiko terkena Covid-19 dua kali. (jm/jawapos)

 

  • Dipublish : 19 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami