Pengedar Rokok Ilegal Diringkus Bea Cukai Kudus

BERANTAS: Petugas Bea Cukai Kudus menunjukkan hasil sitaan rokok ilegal. Total ada sebanyak 128 ribu rokok yang berhasil diamankan. (BEA CUKAI FOR RADAR KUDUS)
BERANTAS: Petugas Bea Cukai Kudus menunjukkan hasil sitaan rokok ilegal. Total ada sebanyak 128 ribu rokok yang berhasil diamankan. (BEA CUKAI FOR RADAR KUDUS)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

KUDUS, Radar Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus kembali melakukan penindakan peredaran rokok ilegal. Ada sebanyak 128 ribu batang rokok yang berhasil disita.

Kasi penyuluhan dan pelayanan informasi KPPBC Tipe Madya Kudus Dwi Prasetya mengatakan, rokok yang disita jenisnya sigaret kretek mesin (SKM). Penyitaan dilakukan dari Jalan Raya Kudus-Semarang. Diduga rokok tersebut berasal dari wilayah Jepara.

”Kami kembali melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Total ada 128 ribu batang rokok yang diamankan,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari penindakan rokok ilegal tersebut membuat negara merugi. Total kerugiannya mencapai Rp 60,42 juta. Sementara total perkiraan nilai barang sebesar Rp 91,520 juta.

Tidak hanya mengamankan barang bukti saja. Bea Cukai Kudus juga mengamankan satu unit kendaraan sekaligus dua pelaku. Kedua pelaku itu diketahui berinisial NK (41 th) dan MU (33 th).

”Keduanya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk pengamanan dan keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan BKC HT yang diduga ilegal. Yaitu berupa rokok siap edar tanpa dilekati pita cukai.

Hingga saat Bea Cukai Kudus telah berhasil melakukan penindakan terhadap rokok jenis SKM. Totalnya 19.931.382. Sementara rokok jenis sigaret rokok tangan (SKT) 116.532. Untuk perkiraan nilai barangnya mencapai Rp 14,461 miliar. Dari rekap tersebut potensi kerugian negara mencapai Rp 9,573 miliar. (jp)

  • Dipublish : 5 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami