Pengeluaran Rumah Tangga Indonesia Naik 7 Persen

Ilustrasi. FOTO : Issak Ramdhani / fin.co.id.
Ilustrasi. FOTO : Issak Ramdhani / fin.co.id.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Survei NielsenIQ mencatat, pada April 2021 terjadi peningkatan pengeluaran rumah tangga masyarakat Indonesia sebesar 7 persen. Peningkatan belanja konsumen ini didorong dari tingkat keyakinan dibandingkan tahun lalu.

“Tingkat keyakinan konsumen Indonesia meningkat seiring dengan makin menguatnya pengeluaran rumah tangga yang membaik dibandingkan tahun lalu,” kata Senior Manager, Consumer Intelligence NielsenIQ, Nansita Basuki, Kamis (24/6/2021).

Nansita menyebut, peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia terjadi di hampir semua segmen. Terutama pada segmen leisure yang terdiri dari rekreasi, fesyen dan hiburan. Kategori ini meningkat menjadi 13 persen dari tahun lalu yang hanya tumbuh 10 persen.

“Ketiga komponen ini menguat karena tahun lalu masyarakat menahan diri untuk tidak mengeluarkan dana karena ada kebijakan pembatasan sosial,” ujarnya.

“Peningkatan segmen leisure sejalan dengan makin masifnya program vaksinasi. Sehingga menciptakan kepercayaan masyarakat untuk memulai kembali berbagai aktivitas yang selama ini tidak dilakukan karena pandemi Covid-19,” sambungnya.

Baca Juga: KSAL Peringatkan Taruna AAL Soal Pelanggaran LGBT, Sanksinya Tegas

Baca Juga: Langgar Pembatasan Sosial di Resto Taiwan, 5 WNI Didenda Rp 150 Juta

Sedangkan untuk kategori Barang Konsumen yang Bergerak Cepat atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG), kata Nansita tetap dipertahankan rumah tangga. Seperti makanan-minuman, peralatan mandi, kosmetik, obat-obatan dan lainnya.

“Kategori FMGC masih dipertahankan masyarakat karena semua orang butuh makan. Hanya menurun 1 persen dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama,” terangnya.

Selain itu, lanjut Nansita, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan komunikasi seperti internet di luar telepon masih tetap sama yakni tumbuh 5 persen.

“Kebutuhan itu untuk berbagai aktivitas seperti sekolah dan bekerja masih dilakukan secara online dari rumah,” tuturnya.

Dengan kata lain, menurut Nansita, persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian semakin membaik. Jauh lebih baik dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu.

“Berdasarkan data pemerintah, sampai kuartal I 2021 perekonomian nasional semakin membaik. Inflasi tetap terjaga dan GDP juga mulai menunjukkan perbaikan,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 24 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami