Pengendara Taat Aturan Bakal Dapat Hadiah Motor

AYO TERTIB: Dua personel polisi lalu lintas mengarahkan pengendara roda dua untuk menggunakan lajur kiri di Jalan Langko, Kota Mataram, Minggu sore (11/4/2021). (Ivan/Lombok Post)
AYO TERTIB: Dua personel polisi lalu lintas mengarahkan pengendara roda dua untuk menggunakan lajur kiri di Jalan Langko, Kota Mataram, Minggu sore (11/4/2021). (Ivan/Lombok Post)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MATARAM– Operasi Keselamatan 2021 serentak digelar di Indonesia, mulai Senin (12/4/2021). Operasi tersebut bakal berlangsung selama 14 hari atau sampai tanggal 25 April 2021 nanti.

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar mengatakan, pada Operasi Keselamatan tahun ini memiliki tugas pokok membina kesadaran masyarakat dalam disiplin tertib berlalu lintas. Selain itu, turut membantu pencegahan penyebaran Covid-19, dan melaksanakan sosialisasi tidak melakukan mudik karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

”Sasaran utama kita memberikan imbauan kepada seluruh pengendara untuk tertib berlalu lintas,” kata Noviar usai gladi persiapan Operasi Keselamatan Rinjani 2021 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Minggu (11/4/2021).

Khusus pada pembinaan kesadaran masyarakat, Ditlantas Polda NTB tetap memberikan pendidikan, edukasi, pembinaan, penerangan, dan penyuluhan kepada masyarakat NTB. Titik fokus pelaksanaannya bakal dilakukan di Jalan Langko sepanjang satu kilometer lebih. “Mulai dari depan Kantor Kejati NTB hingga depan Fave Hotel,” jelasnya.

Di sepanjang jalan Langko, Ditlantas Polda NTB telah memberikan tanda. Bagi pengendara roda dua menggunakan lajur kiri dan roda empat menggunakan lajur kanan. ”Di lokasi itu akan menjadi lokasi safety riding atau kampanye Operasi Keselamatan,” kata dia.

Bagi pengendara roda dua, wajib menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bagi pengendara roda empat wajib memasang safety belt. Termasuk juga pengangkut kendaraan barang untuk tidak mengangkut orang.

“Pada lajur itu, para pengendara nantinya diberikan edukasi untuk tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Pada Operasi Keselamatan Rinjani 2021, Ditlantas Polda NTB menyiapkan doorprize bagi para pengendara. Bentuknya, satu unit sepeda motor dan helm. ”Kita berikan kepada pengendara yang selalu tertib berlalu lintas,” paparnya.

Melalui edukasi tersebut, diharapkan masyarakat NTB tetap patuh, disiplin, dan tertib berlalu lintas. Sehingga, angka vatalitas kecelakaan di NTB bisa menurun. ”Vatalitas angka kecelakaan bisa menurun jika pengendara tertib berlalu lintas,” terangnya.

Noviar mengatakan, selama tiga bulan terakhir angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) menurun dibanding tiga bulan awal tahun 2020. Penurunannya cukup signifikan. ”Tetapi, kita akan terus menekan angka itu,” tekadnya.

Berdasarkan catatan, yang paling beresiko menjadi korban kecelakaan lalu lintas adalah anak-anak muda. ”Yang mendominasi angka lakalantas adalah kaum milenial,” jelasnya.

Untuk itu, pada Operasi Keselamatan ini, Ditlantas Polda NTB terus menekan angka lakalantas untuk anak-anak muda. Mereka berkoordinasi dengan beberapa organisasi mahasiswa menggelar Focus Group Discussion (FGD).

“Kita ajak mereka membedah apa yang menjadi permasalahan dan mencari solusi agar kaum milenial terhindar dari lakalantas. Kita juga ajak mereka untuk tetap mengkampanyekan tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ditlantas Polda NTB juga menggelar lomba pidato antarpelajar. Bertemakan tertib berlalu lintas. “Melalui program-program itu diharapkan, angka lakalantas bagi kaum milenial bisa ditekan,” ungkapnya.

Pantauan Lombok Post, persiapan untuk penerapan safety riding sudah mulai dilakukan pihak Ditlantas Polda NTB. Sejumlah barrier dipasang mulai depan Mapolda NTB hingga depan Hotel Fave Mataram.

Sejumlah banner imbauan untuk tertib lalu lintas juga terpasang di sepanjang Jalan Langko. “Ini sangat bermanfaat bagi pengendara. Jadi Jadi mengurangi risiko kecelakaan antara pengendara roda empat dan roda dua,” ujar Ilham, seorang pengendara kepada Lombok Post.

Ia berharap penerapan lajur kiri bagi kendaraan roda dua dan lajur kanan bagi kendaraan roda empat tidak hanya diterapkan di Jalan Langko. Tetapi juga di ruas jalan lain yang ada di Kota Mataram. “Agar pengendara lebih tertib. Jadi risiko kecelakaan bisa berkurang di Kota Mataram ini,” sambungnya. (arl/ton/jawapos)

  • Dipublish : 12 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami