Pengerjaan Masjid 99 Kubah Terhambat karena Pekerja Terpapar Covid-19

Ilustrasi pengerjaan Masjid 99 Kubah Makassar, Sulsel. (Antara)
Ilustrasi pengerjaan Masjid 99 Kubah Makassar, Sulsel. (Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id –Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Sulawesi Selatan Haeruddin menyatakan, pengerjaan Masjid 99 Kubah Makassar terhambat. Sebab, sejumlah pekerja konstruksi telah terpapar Covid-19.

’’Ada sekitar delapan orang yang ternyata terinfeksi virus korona. Mereka terpapar ada yang sebelum PPKM dan bersamaan waktu PPKM. Ini berpengaruh pada volume kerja,’’ kata Haeruddin seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Kepada para pekerja itu, lanjut dia, dilakukan tracing. Beberapa di antaranya harus menjalani isolasi mandiri. Hal itu membuat pengerjaan konstruksi Masjid 99 Kubah terhambat.

’’Jadi mereka terpaksa harus mengurangi pekerja karena ada yang terkena Covid-19. Ini kita evaluasi bersama tim,’’ tutur Haeruddin.

Selain itu, menurut Haeruddin, pemberlakuan PPKM (pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat) di wilayah Pulau Jawa, termasuk Bali, juga memberi dampak terhadap pengerjaan konstruksi di Sulsel. Pasalnya, kebijakan PPKM yang diberlakukan menyebabkan pelayanan seperti pengiriman barang dari Jakarta ke Makassar sempat terganggu.

’’Memang masih ada material yang belum dikirim dari sana. Itu berdampak pada mobilisasi meterial dan itu mengalami keterlambatan,’’ terang Haeruddin.

Keterlambatan tersebut mengakibatkan perampungan Masjid 99 Kubah dipastikan tidak sesuai target yang ditentukan sebelumnya yakni 28 September. Pihaknya kembali dilakukan rapat evaluasi kegiatan untuk mempertimbangkan waktu pengganti bagi kontraktor dalam menyelesaikan Masjid 99 Kubah hingga 100 persen berdasar kontrak kerja.

’’Jadi ada pengajuan dari kontraktornya selama 35 hari untuk waktu pengganti tetapi itu sementara kita evaluasi juga berapa layaknya waktu pengganti yang diberikan,’’ urai Haeruddin. (jpc/jm)

  • Dipublish : 13 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami