Pengunjung dan Pedagang Pasar Wajib Pakai Masker dan Rutin Cuci Tangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

YOGYAKARTA,- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Jogjakarta, mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh pedagang dan pengunjung yang masuk area pasar tradisional wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal tersebut sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih seperti dilansir dari Antara di Sleman menjelaskan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya menerapkan standar operasional prosedur (SOP) bagi masyarakat dan komunitas yang akan masuk ke pasar-pasar tradisional. SOP yang dijalankan terbagi empat kelompok, baik pedagang, pengunjung, pengelola MCK, hingga petugas parkir.

”Bagi para pedagang wajib mencuci tangan empat jam sekali dengan sabun dan menjaga jarak (physical distancing) dengan orang lain. Hal sama juga berlaku bagi petugas parkir di pasar-pasar,” kata Mae Rusmi Suryaningsih pada Selasa (21/4).

Selain penggunaan sarung tangan dan masker, juga dilalukan penyemprotan disinfektan di sekitar pasar. ”Sedangkan SOP bagi pengelola MCK, selain wajib mencuci tangan dengan sabun dan menyemprot MCK dengan disinfektan, pengelola juga diwajibkan memakai masker dan membersihkan MCK setiap satu jam sekali,” terang Mae Rusmi Suryaningsih.

Sedangkan bagi pengunjung yang masuk pasar, lanjut dia, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dengan orang lain. Selama masa pandemi Covid-19 baik pedagang, pengunjung, pengelola MCK, maupun petugas parkir, diwajibkan untuk menggunakan masker.
”Kami terus melakukan edukasi kepada komunitas pasar agar mereka bisa terhindar dari paparan Covid-19. Kami juga mengingatkan agar mereka yang sakit dan mengalami gejala Covid-19 untuk tidak masuk ke pasar dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Mereka yang sakit seperti demam, batuk dan pilek, kami minta untuk tidak ke pasar. Yang sakit harus ke faskes (fasilitas kesehatan) untuk memeriksakan diri,” ujar Mae Rusmi Suryaningsih.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus gencar melakukan edukasi kepada komunitas di pasar-pasar tradisional agar membantu dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sleman.

”Pada Senin (20/4), kami menyambangi Pasar Jangkang, Pasar Gentan, dan Pasar Condongcatur, untuk memberikan edukasi kepada para pedagang, pengunjung, dan petugas parkir pasar rakyat tersebut, agar selalu mengenakan masker guna mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Mae Rusmi Suryaningsih.

Guna mencegah penyebaran  Covid-19, disperindag akan memberikan masker gratis untuk 13.200 pedagang dan pengunjung pasar. Selain itu, penyediaan tempat cuci tangan di masing-masing pasar. Disusul pemberian sarung tangan plastik gratis untuk 13.200 pedagang pasar.

”Pasar tradisional tetap boleh buka. Hanya saja, waktu operasionalnya dibatasi sampai dengan pukul 13.00 WIB. Pedagang dan pengunjung diimbau agar mematuhi prosedur pencegahan virus korona,” ucap Mae Rusmi Suryaningsih.

Ketua Paguyuban Pasar Jangkang, Kecamatan Ngemplak, Rumit Anggono mengatakan, pihaknya akan membantu mengedukasi pedagang tentang pencegahan Covid-19. Di Pasar Jangkang telah disediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di setiap pintu masuk. Disperindag Sleman juga telah membuat spanduk maupun poster imbauan untuk pencegahan Covid-19.

”Bersama-sama mencegah penularan Covid-19. Dengan kebersamaan dan kegotongroyongan semua pihak pasti akan sangat membantu dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan pasar,” ujar Rumit Anggono. (jp)

  • Dipublish : 21 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami