Pengunjung Rutan Dilarang Membawa Makanan dari Luar

TRANSAKSI: Warga binaan Rutan kelas II B Rowobelang sedang melakukan transaksi di kantin Koperasi Rutan Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BATANG – Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rowobelang Batang menerapkan larangan pengunjang bawa makanan dari luar. Aturan itu ditegakkan untuk mempermudah penggeledahan dan pencegahan barang selundupan. Seperti narkoba dan barang berbahaya lainnya.

Atas adanya larangan itu, pengunjung diharuskan membeli makanan, sembako dan lainnya di dalam Rutan. Telah disediakan Kantin Koperasi Rutan Batang. Selain itu, pengunjang dan warga binaan tidak diperkenankan pula untuk membawa uang tunai. Penggunaan uang tunai dialihkan dengan E-money.

Rutan telah bekerja sama dengan BRI untuk pemanfaatan layanan Brizi. Segala jenis transaksi diwajibkan menggunakan layanan tersebut. Diberlakukan juga batasan saldo E-money tersebut, yaitu maksimal Rp 1 juta.

“Pengunjung bisa membeli barang di sini sejak Januari. Barang yang ada di sini tidak perlu dibeli di luar. Kita memang tidak punya alat deteksi atau x-ray sehingga serba manual. Dengan belanja di koperasi Rutan dapat memangkas pemeriksaan dan penyelundupan,” kata Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rowobelang Batang Rindra Wardhana Jumat (14/2).

Larangan tersebut saat ini sudah di berlakulah menyeluruh secara nasional. Transaksinya pun dilakukan secara nontunai dengan bekerja sama Bank BUMN.
Sesuai dengan regulasi KUHP dan Permen Nomor 06 tahun 2013.

Namun tidak menutup kemungkinan akan ada kerja sama dengan warga sekitar untuk menitipkan barang dagangya di koperasi Rutan. “Bagaimana pun keberadaan Rutan tidak bisa luput dari masyarakat sekitar, sehingga akan kita pikirkan,” tegasnya.

Salah satu penghuni Rutan Rowobelang, Mustofa menjelaskan, tidak ada kendala maupun keluhan. Baik dari keluarga maupun warga binaan atas diberlakukanya larangan membawa sembako dari luar.

“Untuk sementara ini tidak ada keluahan dari warga binaan maupun pihak keluaraga, Transaksinya juga juga nontunai menggunakan kartu elektronik dari bank BUMN,” ucapnya

Menurutnya, peratuan larangan dan belanja nontunai itu sudah berlangsung sejak dirinya masuk Rutan pada 2018 silam. “mungkin sudah berlangsung lama, sebelum saya masuk,” pungkasnya. (radarsemarang.jawapos.com)

  • Dipublish : 15 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami