Peniadaan Sementara Salat Jumat Diperpanjang Dua Pekan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, MAKASSAR, — Peniadaan sementara waktu ibadah salat Jumat berjamaah sebagai dampak dari wabah covid-19, berlanjut hingga dua pekan ke depan. Berlangsung Jumat pekan ini, 3 April dan pada Jumat, 10 April mendatang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel AGH Sanusi Baco, mengatakan sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, umat Islam diimbau untuk meniadakan pelaksanaan salat Jumat di masjid-masjid selama dua pekan.

Untuk sementara waktu dan menghindari kontak fisik, umat Islam dapat menggantinya dengan melaksanakan salat zuhur di rumah masing-masing. Apalagi sudah ada imbauan dari pemerintah pusat.
“Besok (hari ini) mungkin sudah ada imbauan dikeluarkan. Kembali dilanjutkan lagi selama dua Jumat (dua pekan). Ini dilakukan karena berkaitan adanya wabah corona. Apalagi penyebarannya kita lihat semakin luas,” ujar AGH Sanusi Baco, Rabu (1/4).
Dengan adanya imbauan dari MUI Sulsel dan pemerintah, diharapkan masyarakat Sulsel bisa melaksanakannya. Termasuk tidak banyak berkumpul, tetap berada di rumah berdoa dan belajar.
“Imbauan yang dikeluarkan kan dianjurkan untuk tidak berkumpul dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Karena tidak ditahu ini virus ada di mana. Semoga wabah ini segera selesai,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Ketua MUI Kabupaten Gowa KH Abubakar Paka menegaskan hal senada. Kata dia, peniadaan sementara pelaksanaan salat Jumat diperpanjang selama dua pekan. Hal itu merujuk pada imbauan MUI Sulsel, serta fatwa MUI pusat dan maklumat pemerintah RI agar pelaksanaan salat Jumat selama covid-19 mewabah, untuk sementara waktu ditiadakan. Salat Jumat akan kembali dilaksanakan setelah masa inkubasi covid-19 mereda.
”Kalau untuk salat Jumat berjamaah di kondisi seperti sekarang ini, belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Karena korban yang terjangkit masih terus bertambah. Dengan kondisi ini, berarti illat fatwa atau imbauan MUI masih berlangsung. Ini berarti bahwa fatwa dan imbauan tersebut masih dapat diperpegangi atau diperpanjang,” jelas KH Abubakar Paka melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Ia juga menjelaskan, selain berpatokan pada fatwa dan imbauan itu, MUI Gowa juga bersinergi dengan edaran atau maklumat pemerintah. “Karena kondisi belum memungkinkan dan penyebaran virus ini makin meluas, maka kaum muslimin belum bisa melakukan salat Jumat di masjid-masjid. Semoga musibah ini segera berlalu dan kita kembali bisa menjalankan ibadah wajib salat Jumat yang sudah dua pekan ini tidak kita laksanakan,” tandasnya.
Ketua MUI Maros Syamsul Halik, mengatakan meski belum menerima surat imbauan dari MUI Sulsel terkait peniadaan untuk sementara salat Jumat, pihaknya akan melihat perkembangan wabah ini. Terutama di wilayah Maros.
”Jika memang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya umat Islam bila dilakukan salat Jumat, maka untuk sementara perlu ditiadakan sementara di masjid. Diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing,” ujar Syamsul Khalik. (arf-sar-ari/BKM)

  • Dipublish : 2 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami