Penjelasan Mabes Polri Soal Guru SMPN 1 yang Digunduli

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra (MIFTAHULHAYAT/ JAWA POS)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra (MIFTAHULHAYAT/ JAWA POS)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Tindakan polisi yang menggunduli tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman, yang menjadi tersangka peristiwa Susur Sungai dikecam banyak pihak. Kebijakan menggunduli itu dinilai sangat berlebihan. Seharusnya, polisi tidak memperlakukan ketiga guru tersebut layaknya pelaku kriminal berat.

Publik pun beramai-ramai melontarkan kecaman kepada polisi yang dinilai bertindak di luar batas kewajaran. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menegasakan, bahwa Polri pada prinsipnya selalu melindungi berbagai aspek hak asasi manusia (HAM) kendati berstatus sebagai tersangka.

“Jadi bagian dari itu juga sebenarnya harus kami lindungi,” kata Asep seperti diberitakan PojokSatu.id (Jawa Pos Group), di Bareskrim Polri, Rabu (26/2).

Karena itu, ia memastikan Mabes Polri akan mengkonfirmasi langsung aksi penggundulan itu ke Polres Sleman. Hal itu untuk mengetahui alasan dan hal apa yang menjadi latar belakang penyidik menggunduli ketiga guru dimaksud.

“Kita akan konfirmasi ke Yogyakarta karena dalam beberapa kesempatan kita melindungi berbagai aspek HAM meskipun dia tersangka,” pungkas Asep. (jp)

  • Dipublish : 27 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami