Penutupan Gudang Dalam Kota Batal, Pemkot Takut Diadang Buruh Ekspedisi

Buruh angkut merapikan barang muatan di salah satu truk yang terparkir di depan usaha ekspedisi di Jalan Laccukang, belum lama ini.  ABE BANDOE/FAJAR
Buruh angkut merapikan barang muatan di salah satu truk yang terparkir di depan usaha ekspedisi di Jalan Laccukang, belum lama ini. ABE BANDOE/FAJAR
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR — Pemkot Makassar telah menerbitkan penutupan gudang dalam kota, Kamis, 17 Oktober. Di lokasi, pemkot memilih mundur dari pada berhadapan dengan buruh ekspedisi.

Ada lima perusahaan ekspedisi yang akan ditindak, yakni CV Meteor Trans, PT Irawan Karya Perdana, CV Bintang Abadi, CV Majang Raya, dan PT Sabar Menanti.

Tim penindak Satpol PP Makassar, Dishub Makassar, anggota TNI-Polri yang sudah siap melakukan penindakan, bergerak dari kantor Camat Tallo, sekitar pukul 10.00 Wita, menuju lokasi ekspedisi pertama.

Lokasinya tak jauh dari kantor Camat Tallo, sekitar 20 meter saja. Di depan gudang ekspedisi, puluhan buruh ekspedisi sudah berkumpul. Mereka menolak dieksekusi.

Kepala Bidang Penindakan Dinas Perdagangan Makassar, Syaharuddin pun memilih untuk menghentikan kegiatan pengeksekusian. Sebab, bentrokan dengan warga bisa terjadi.

Karenanya, ia meminta agar Satpol PP dan petugas keamanan mundur. “Kita akan lakukan kajian ulang. Lagian kalau dipaksakan bisa bentrok dengan warga kita. Suasana damai harus kita jaga,” kata Syaharuddin usai berdialog dengan perwakilan pengusaha ekspedisi.

Menurut salah seorang buruh ekspedisi, penutupan ekspedisi merupakan tindakan yang tidak baik. Apalagi bisa menghilangkan pendapatan. “Mau makan di mana kita pak,” kata buruh ekspedisi, Askar. (ans)

  • Dipublish : 17 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami