Penyelundup Rokok Didenda Rp1,5 M

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Peredaran rokok ilegal dan minuman keras cukup tinggi. Delapan penyelundup sudah tertangkap.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Padmoyo Tri Wikanto mengatakan, pihaknya telah melakukan 50 kali penindakan. Delapan penyelundup telah ditetapkan sebagai tersangka dan terpidana. “Mereka dituntut atau dipenjara rata-rata 1-2 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” kata Padmoyo pada pemusnahan jutaan batang rokok dan puluhan botol minuman keras ilegal di halaman kantor Balai Diklat Keuangan (BDK) Makassar, Rabu 30 Oktober.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan dari Kanwil Bea Cukai Sulbagsel sepanjang 2018 hingga 2019. Rokok ilegal berbagai macam merek sebanyak 21.200.452 batang dan minuman keras ilegal sebanyak 1.744 botol.

Barang bukti rokok yang dimusnahkan ditaksir seharga Rp12,8 miliar dan untuk ribuan minuman keras ilegal seharga Rp72,8 juta. “Potensi kerugian negaranya sekitar Rp6.126.759.520,” lanjutnya.

Ia mengatakan, barang bukti minuman dan rokok ilegal ini berasal atau diproduksi dari Pulau Jawa. Kemudian, penyelundup memasarkannya ke Sulawesi.

“Untuk itu, Bea Cukai Sulbagsel telah berkoordinasi dengan bea cukai di Pulau Jawa, Malang, Kudus, Kediri, Pasuruan dan Madura, atau tempat produksi barang tersebut untuk segera dilakukan penindakan,” ungkapnya.

(ans/rif)

  • Dipublish : 31 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami