Perangi Virus Korona, WHO Dinilai Harus Lebih Serius

Seorang penumpang MRT mengenakan masker untuk menghindari virus Korona yang sedang merebak. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Jumlah pasien terinfeksi virus Korona terus meningkat jumlahnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan kondisi ini sebagai darurat global, namun mereka belum menyarankan adanya pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan Tiongkok. Sikap WHO tersebut belum cukup dan dinilai masih harus lebih banyak melakukan terobosan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjelaskan setiap hari jumlah pasien dan kematian terus bertambah. Maka tak hanya WHO, tapi semua negara di dunia harus lebih bahu membahu bersama melawan virus ini lebih serius.

“Virus ini katanya landai tapi kenyataannya terus meningkat. Tentunya ini harus jadi perhatian WHO, harus very very high attention pada Tiongkok. Negara lain diminta harus lebih serius dalam hal ini,” tegas Anung kepada wartawan, Kamis (6/2).

Di Indonesia, Anung menjelaskan sejauh ini sudah ada 47 spesimen atau sampel dari pasien suspect virus Korona di tingkat daerah dan nasional. Sebanyak 47 spesimen itu masuk ke laboratorium Balitbang Kemenkes dari 28 rumah sakit.

“Sebanyak 43 spesimen negatif dan 4 proses. Total 47 spesimen itu belum dilengkapi semuanya dari mana dan siapa identitasnya. Hanya saja misalnya ada juga sampel dari warga Tiongkok yang baru pulang atau dari Shanghai. Tak ada hubungannya dengan Wuhan,” katanya.

Menyoal kondisi para WNI di Natuna, kata Anung, mereka masih dalam keadaan normal. Mereka juga melakukan beragam aktivitas seperti olahraga dan dan lainnya untuk menghilangkan rasa jenuh.

“Dalam waktu dekat kami masih diskusikan untuk menggelar semacam workshop atau seminar kepada seluruh rumah sakit termasuk swasta mengenai hal-hal yang harus disiapkan berkaitan dengan antisipasi virus Korona ini,” paparnya. (jp)

  • Dipublish : 7 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami