Perawat di Arab Saudi Meninggal Dunia Tertular Covid-19 dari Pasien

Ilustrasi perawat tengah menangani pasien positif virus Korona. Perawat di Arab Saudi meninggal dunia setelah tertular virus Korona dari pasien (MAURO PIMENTEL / AFP)
Ilustrasi perawat tengah menangani pasien positif virus Korona. Perawat di Arab Saudi meninggal dunia setelah tertular virus Korona dari pasien (MAURO PIMENTEL / AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Arab Saudi – Para tenaga medis di garda terdepan melawan Covid-19 harus rela berkorban nyawa. Kali ini dialami seorang perawat di Arab Saudi yang meninggal setelah tertular virus Korona saat menangani pasien.

Dilansir dari Arab News, Jumat (12/6), kabar duka dari sang perawat yang bernama Nujood Al-Khaibari itu langsung mengundang reaksi dan gelombang duka dari para netizen. Dia adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Ohud di Madinah dan telah dites positif Covid-19.

Asosiasi Perawat Saudi merilis pernyataan di Twitter yang memberikan ucapan belasungkawa kepada perawat dan keluarganya. Arab Saudi kini masih dalam tahap waspada meski sudah melonggarkan sejumlah aktivitas.

“Manajemen, anak perusahaan, dan anggota Asosiasi Perawat Saudi memgucapkan belasungkawa tulus kami kepada keluarga pahlawan keperawatan, kepada Nujood Al-Khaibari,” kata pernyataan itu.

Warga Saudi menyatakan kesedihan mereka di Twitter menggunakan tagar #Nurse_Nujood_AlKhaibari di mana mereka membagikan doa untuk almarhumah dan keluarganya. Air mata mengalir untuk memberikan semangat kepada petugas medis lainnya.

“Mereka yang meninggalkan jejak pada orang lain tidak pernah pergi, mereka selamanya bersama kita. Semoga Allah mengampuni dan semoga dia berada di surga,” kata Shouq Al-Ali (@shouqalali).

Mohammed Al-Zara (@ al_zara1) menulis “Perawat Nujood adalah salah satu pahlawan kesehatan kita sekarang. Dia meninggal setelah memberikan begitu banyak kepada negara dan rakyatnya. Dia memberi contoh memberi dengan kerja keras dan pengorbanannya,” katanya.

Beberapa netizen meminta agar perawat dan dokter lainnya yang berjuang di garis depan harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan tentara yang berkorban demi Kerajaan. Sebab para tentara itu selamanya dihormati oleh Kementerian Dalam Negeri dan keluarga mereka ditanggung sepenuhnya. (jp)

  • Dipublish : 13 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami