Peremajaan Alutsista, Prabowo: Pimpinan Negara Dihadapkan Dilema

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai rapim dengan jajaran Kemenhan. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai rapim dengan jajaran Kemenhan. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto angka suara terkait insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Selat Bali. Menurutnya, persoalan pertahanan memang sesuatu yang tidak mudah untuk ditangani.

“Jadi memang kejadian ini mengarisbawahi bahwa pertahanan negara adalah suatu pekerjaan upaya yang sangat rumit, yang memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi, dan mengandung unsur bahaya,” kata Prabowo di Lanud Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4).

Prabowo menuturkan, aspek pertahanan negara baik darat, laut, udara membutuhkan teknologi rumit. Selain itu, profesionalitas prajurit juga harus tinggi. Mengingat semua aspek pertahanan mengandung unsur bahaya.

“Alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal, bahkan kita sampaikan sangat mahal. Pimpinan negara dihadapkan dilema,” imbuhnya.

Dilema yang dimaksud Prabowo yakni ada aspek kesejahteraan rakyat yang menjadi perhatian negara. Di sisi lain, peremajaan alutsista pertahanan tidak bisa dihindari.

Atas dasar itu, atas perintah Presiden, Kemenhan bersama Panglima TNI dan 3 pimpinan matra akan menyusun masterplan rencana induk 25 tahun ke depan, dalam aspek pertahanan negara. Rancangan ini diharapkan bisa segera diselesaikan.

“Insya Allah dalam 2-3 minggu ini kita sedang bersama panglima tni akan kita rampungkan dan laporkan ke Presiden,” ucap Prabowo.

“Kita akan investasi lebih besar tanpa mempengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan. Kita perlu meremajakan alutsisa,” pungkasnya.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.
TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. (jawapos/jm)

  • Dipublish : 24 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami