Perempuan Paruh Baya Tewas Mengenaskan

OLAH TKP: Tim Kepolisian sedang melakukan olah TKP. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS/JPG)
OLAH TKP: Tim Kepolisian sedang melakukan olah TKP. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS/JPG)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Denpasar,- Kasus pembunuhan kembali terjadi di Kota Denpasar, Bali. Kali ini perempuan paruh baya, Senawati Candra,50, ditemukan tewas, Rabu (5/2) sekitar pukul 12.00.

Menurut sumber di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara), korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang pertama dan temannya yang berkunjung ke rumah tersebut. “Pertama kali korban ditemukan di dalam kamarnya” terang sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut, korban ditemukan dalam kondisi luka di bagian kepala. “Bagian kepala mengalami luka. Diduga dibenturkan atau dipukul,” terang sumber kepolisian tersebut.

Mengenai penyebab kematian, hingga kini masih simpang siur. Menurut sumber di lapangan, dugaan penyebabnya antara dirampok atau dibunuh karena masalah hutang piutang.

Lokasi rumah korban berada di Banjar Hita Buana Gang Merpati, Peguyangan, Denpasar Utara. Menurut keterangan warga yang tidak mau disebutkan identitasnya, korban tinggal di rumah tersebut sudah puluhan tahun.

“Dia tinggal bersama anak dan menantunya. Dia (korban) tinggal di belakang,” tukas warga tersebut

Masih menurut keterangan warga sekitar, korban memiliki empat anak. Tiga anak laki-laki dan satu perempuan. “Dia sekarang janda, suaminya sudah meninggal,” terang warga tersebut.

Sumber warga tersebut juga menerangkan, korban merupakan pemilik toko UD Maju Jaya Gemilang, yang menjual alat-alat bangunan dan batako.

“Toko sudah bangkrut, 15 tahun tidak jualan. Sempat buka beberapa bulan lalu, tapi sepi. Dulu usahanya jaya, punya toko di Jalan A.Yani di depan itu, ramai,” tutur warga tersebut.

Sementara Kelian Lingkungan Gita Buana Made Dana, 46, menerangkan, keseharian korban merupakan orang yang tertutup terhadap lingkungan sekitarnya. “Dia jarang bergaul dengan warga sekitar. Kalau tinggal di sini, sudah lama sekali. Kalau di kegiatan banjar juga jarang ikut,” terang Made Dana.

Made Dana mengaku mengetahui kejadian itu pertama kali dari warga sekitar yang melapor terhadap dirinya. “Kalau kejadiannya saya tidak tahu secara pasti, saya dapat laporan dari warga,” jelasnya seperti dikutip Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (6/2).

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kronologi terbunuhnya bos toko bangunan ini. Saat polisi melakukan olah TKP, warga dan awak media dilarang mendekat. Bahkan, Kapolsek Denpasar Barat AKP I Gusti Agung Ayu Udayani Addi meneriaki awak media yang hendak mengambil foto, bahkan meminta kamera dirampas agar tidak viral.

Namun olah TKP yang dilakukan Polsek Denpasar Barat dan tim Inafis Polresta Denpasar pukul 17.30, menjadi totonan warga sekitarnya. (jp)

  • Dipublish : 6 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami