Periksa Djoko Tjandra, Kejagung Telisik Perjalanan Jaksa Pinangki

Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Dok MAKI)
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Dok MAKI)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan pemeriksaan terhadap terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra terkait perkara dugaan suap yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari. Tim penyidik menelisik penggunaan maskapai Garuda Indonesia oleh Pinangki saat bertemu dengan Djoko Tjandra di luar negeri.

Selain Djoko Tjandra, penyidik Kejagung juga turut memeriksa Manager Station Automation System Garuda Indonesia, Muhammad Oki Zuheimi dan Sales PT. Astra International BMW Sales Operation Branch Cilandak, Yenny Pratiwi. Pemeriksaan terhadap tiga orang saksi itu dilakukan pada Rabu (26/8) kemarin.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang perjalanan Tersangka menggunakan maskapai garuda keluar negeri dan diduga bertemu dengan Terpidana Djoko S Tjandra,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Kamis (27/8).

Hari menuturkan, pemeriksaan terhadap ketiganya untuk mencari bukti aliran suap Pinangki Sirna Malasari. Terlebih, hingga kini Kejagung belum juga menetapkan seorang pemberi suap terhadap Pinangki sebagai tersangka.

“Pada saat yang bersamaan, diperiksa juga Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka di ruangan lain,” cetus Hari.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji dalam skandal kasus pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

Penetapan tersangka terhadap Pinangki setelah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi. Bahkan pada Senin, (10/8) Kejagung telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) yang tertuang dalam Print-47/F.2/Fd,2/08/2020.

Sprindik itu dikeluarkan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Jaksa Pinangki dari bidang pengawasan. Kejagung menduga, Pinangki menerima hadiah atau janji terkait jabatannya sebagai Jaksa pada Kejaksaan Agung.

Kejagung menduga, Pinangki menerima uang sebesar USD 500.000. Namun, penyidik pada Kejaksaan Agung masih melakukan pendalaman terkait penerimaan hadiah atau janji terhadap Pinangki. Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (jp)

  • Dipublish : 27 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami