Perjalanan 26 Jam, Bayi Lahir di Kapal

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PANGKEP – Kurniati, warga Pulau Balo-baloang, Pangkep dilarikan ke Kota Makassar. Ibu hamil itu harus menempuh perjalanan 26 jam dengan menumpang kapal perintis.

Tak disangka, ibu tersebut melahirkan di atas kapal. Kepala Puskesmas Liukang Tangaya, Surianti menjelaskan, pasiennya itu harus dirujuk karena butuh perawatan lebih.

“Tetap didampingi petugas medis untuk mendapatkan perawatan di Makassar. Namun di tengah perjalanan Kurniati melahirkan di atas kapal yang ditumpangi, Alhamdulillah ibu dan bayinya selamat. Sekarang kita sudah sama-sama di rumah singgah pulau yang ada di dekat Pelabuhan Paotere,” ujarnya.

Surianti mengaku, prihatin dengan kondisi di kepulauan tempatnya tugas. Sebab akses yang sangat terbatas saat harus merujuk pasien ke RS Pangkep ataupun RS di Kota Makassar.

“Jaraknya memang sangat jauh karena berada di kepulauan terluar, bisa memakan waktu 26-28 jam puskesmas ke Kota Makassar,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Liukang Tangaya, Muh Ramli sangat berharap pemerintah agar segera mengopetasikan ambulans laut bantuan pemprov itu, agar dapat mengatasi pasien yang dirujuk.

Kabag Humas Pemkab Pangkep, Suwandi menjelaskan, belum beroperasinya ambulans laut itu disebabkan masih ada urusan aset yang harus diselesaikan dengan Pemprov Sulsel.

“Aturan terkait pelepasan aset itu minimal dua tahun sejak pengadaannya. Setelah itu barulah pemkab memiliki hak untuk membiayai dan mengoperasikan ambulans laut,” ucapnya.

(fit/iad)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 29 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami