Pernikahan Tertunda, Pemuda Ini Nekat Gantung Diri

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Diduga gara-gara pernikahannya tertunda, seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan selendang tali tas warna kuning. Pemuda dimaksud Rio Yuli Wibowo (25), warga Jalan Nangka, RT 02, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau.

Aksi nekatnya itu baru diketahui setelah ayah korban Zulkipli, curiga melihat korban tak kunjung keluar kamar, sejak dirinya pulang dari kebun hingga selesai makan malam, Minggu (27/10), sekitar pukul 19.00 WIB.

Kecurigaan Zulkipli yang khawatir ada apa-apa dengan korban terbukti ketika dirinya melihat korban tergantung diterali besi jendela kamar. Lantas Ayah korban yang melihat kejadian tersebut meminta tolong warga sekitar.

Oleh warga, kamar korbam didobrak dan jasad korban langsung diturunkan.

Ketua RT 02, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kateni, menjelaskan bahwa korban termasuknorabg yangvtertutup dan pendiam. Kendati dwmikian korban cukup membaur ditengah masyarakat. Bahkan sebelum ditemukan meninggalmkorban juga semoat menghadiri acara Yassinan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Orangnya pendiam jadi tidak bisa ditebak, malah malam minggu dia semoat hadir Yasinan di tempat warga (Mulyono), makanya begitu dapat kabar dia meninggal kami kaget,” jelas Kateni.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harisson Manik, menjelaskan bahwa pihaknya baru dapat informasi dan begitu tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara) korban sudah dimandikan. Namun dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi-saksi, korban memang gantung diri.

“motif bunuh diri yang dilakukan korban diduga karena kecewa pernikahannya tertunda,” ungkap Manik.

Hal itu diperkuat dengan pesan yang dibuat /tulis korban sebelum meninggal dan Barang Bukti (BB) berupa selendang tali tas warna kuning.

“Isi suratnya, dia itu curhat saja, curhat merasa dihalangi dia mau nikah, padahal dia sudah tunangan,” kata Manik tanpa menjelaskan siapa dimaksud korban yang menghalangi pernikahannya.

Sementara itu, jenazah korban Senin (28/10) sekitar pukul 09.30 WIB telah dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman daerah Belalau, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

(fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 29 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami