Perpanjangan Status Karhutla Masih Dipertimbangkan

FOTO: AFP TINDAK PELAKU: Masyarakat khususnya di Pulau Sumatera begitu tersiksa dengan dampak kabut asap meski intensitasnya berlahan menurun. Polri dan Kejaksaan pun mempercepat proses penyidikan dan penuntutan setelah mendapatkan atensi khusus dari Presiden Joko Widodo.
FOTO: AFP TINDAK PELAKU: Masyarakat khususnya di Pulau Sumatera begitu tersiksa dengan dampak kabut asap meski intensitasnya berlahan menurun. Polri dan Kejaksaan pun mempercepat proses penyidikan dan penuntutan setelah mendapatkan atensi khusus dari Presiden Joko Widodo.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAMBI – Kabut asap kian tebal, membuat perpanjangan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih dalam pertimbangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M. Dianto mengatakan, untuk perpanjangan status masih melihat situasi dan kondisi. Jika makin membahayakan, maka Pemprov tentunya mengupayakan perpanjangan status karhutla itu.

“Karena status siaga darurat masih berlaku sampai minggu depan tanggal 21 Oktober. Kalau beberapa hari nanti situasinya malah makin membahayakan, kita upayakan perpanjangan,” tuturnya.

Selain itu, Dianto menyebutkan untuk mengeluarkan anggaran tak terduga karhutla, pihaknya berharap ada satu Kabupaten lagi yang menaikkan status. Dengan demikian, lanjutnya, level di provinsi pun juga akan naik.

“Kalau sudah level provinsi naik, maka provinsi dapat mengeluarkan anggaran yang ada, untuk membantu tim dalam pemadaman Karhutla,” ungkapnya.

Dianto juga mengatakan, dalam pantauannya di posko karhutla bandara lama, terdapat empat helikopter water bombing yang standby. Namun menurutnya, jika melihat pengalaman dari awal hingga saat ini terjadinya karhutla, helikopter water bombing tersebut nampaknya tidak mampu mengatasi Karhutla yang terjadi di Jambi dibandingkan dengan turunnya hujan.

“Oleh karena itulah, pemerintah pusat berusaha untuk membuat hujan buatan. Tetapi hujan buatan syaratnya awan harus di atas 70 persen, baru bisa mereka menaburkan garam. Tapi alhamdulillah saat ini sudah hujan,” pungkasnya.

Diketahui, hujan yang terjadi kemarin, selain prakiraan cuaca BMKG Jambi akan turunnya hujan dalam sepekan terakhir, juga disebabkan oleh hujan buatan dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan tim TMC Balai Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

Sementara itu, dua hari belakang, Kota Jambi juga di guyur dengan hujan lebat. Diketahui sebelum terjadinya hujan, tim Satgas karhutla kembali menyemai kapur tohor atau CaO 4.000 Kilogram di Jambi yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Tekbologi (BPPT) untuk menghilangkan titik api dan mengurangi asap yang ditimbulkan oleh karhutla.

Penyebarannya dilakukan menggunakan pesawat C-130 A-1326. Penyemaian dilakukan di kawasan Kabupaten Tanjung Jabung dan Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan bagian Tenggara dan Selatan kawasan Kabupaten OKI denngan ketinggian 7-8.000 kaki.

“Hari ini (kemarin,red) kita juga lakukan hujan buatan,” kata Bachyuni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Kamis (17/10).

Selain itu, Kamis (17/10) sekira pukul 14.00 potensi hujan lebat terjadi di beberapa Kabupaten Daerah, Provinsi Jambi yakni, Kabupaten Tanjab Timur, Kabupaten Tanjab Barat. Kemudian, Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

“Meski kita adakan hujan buatan, pemadaman darat tetap kita lakukan di lapangan untuk memastikan bahwa api benar-benar padam,” tambahnya.

Kata Bachyuni, sebelum terjadinya hujan, Kamis (17/10) pukul 13.00 kemarin, masih terpantau sebanyak 66 hotspot yang tersebar di antaranya di Kabupaten Tanjab Timur sebanyak 42 hotspot, Kabupaten Muarojambi 23 Hotspot dan Kabupaten Tebo 1 hotspot.

Sementara itu, Kadis LH Kota Jmabi, Ardi mengatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi PM10 di angka 167 dengan kategori tidak sehat, Kamis (17/10) pukul 15.00 sampai dengan Jumat (18/10) pukul 15.00. Namun, mengalami penurunan dari hari sebelumnya yang mencapai 332 dengan kategori berbahaya.

“Untuk saat ini masih kategori tidak sehat, yang mengalami penurunan dari hari sebelumnya,” kata Ardi.

Lanjutnya, dirinya menghimbau, saat ini masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Di musim yang saat ini harus perbanyak minum air putih dan makan buah-buahan agar daya tahan tubuh tetap kuat.

“Banyak minum sama makan buah, dan sedikit kuarngi kegiatan yang tak bermanfaat di luar rumah,” tandasnya.

(enn/slt/tav/zen)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 19 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami