Persediaan Masker di Apotek Mulai Kosong

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto melakukan sidak ke sejumlah apotek di Cianjur. ( Ahmad Fikri/Antara)
Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto melakukan sidak ke sejumlah apotek di Cianjur. ( Ahmad Fikri/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGANMEDIA.CI.ID,– Stok masker di sebagian besar apotek di Cianjur, Jawa Barat, kosong. Bahkan Apotek Kimia Farma yang biasa menjual masker dengan harga normal Rp 1.500 per buah, sudah tidak memiliki persediaan.

”Kami sudah mencoba mencari stok masker kemana-mana karena masih tingginya permintaan. Namun sejak stok kosong, kami terpaksa memasang kertas pemberitahuan di pintu masuk apotek,” kata Apoteker Kimia Farma Siti Rosita seperti dilansir Antara pada Senin (9/3).

Dia menjelaskan, kosongnya stok masker dan cairan pembersih tangan, membuat pihaknya memfokuskan sosialisasi penggunaan masker yang tepat sasaran, yakni untuk warga yang sakit.

”Selama ini, tingginya pemakaian masker untuk warga yang sehat. Padahal sebenarnya masker itu digunakan untuk yang sakit agar tidak menularkan penyakit kepada yang sehat. Kalau sudah ada stok, kami akan beri tahukan kepada warga,” kata Siti.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto langsung melakukan sidak ke sejumlah apotek untuk memastikan stok masker yang dilaporkan kosong di wilayah hukum Cianjur. Satu minggu lalu, pihaknya masih menemukan masker dijual di apotek di wilayah perkotaan.

”Tapi Apotek Kimia Farma yang pertama kali didatangi sudah tidak memiliki stok. Baru satu pekan ini stok masker kosong,” kata Juang. Pihaknya akan mengupayakan berbagai langkah agar stok masker kembali ada di apotek di Cianjur.

”Kami mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Penggunaan masker seharusnya untuk yang sakit. Ketersediaannya harus ada untuk mereka yang sakit,” tambah Juang.

Menurut dia, hingga saat ini, tidak ada pembelian masker secara besar-besaran yang dilakukan warga. Hanya sebagian kecil membeli untuk antisipasi. Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya penimbunan masker. (jp)

  • Dipublish : 9 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami