Pertamina MOR V Siapkan Kebijakan Baru Distribusi Elpiji 3 Kg

TEPAT SASARAN: Petugas dari distributor menurunkan elpiji 3 kg untuk disalurkan ke konsumen. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif memastikan masyarakat miskin (maskin) tetap mendapat subsidi LPG (liquefied petroleum gas) 3 kilogram (kg). Hal ini diungkapkannya setelah kabar harga LPG 3 kg naik beberapa waktu lalu. Nantinya, skema penyaluran LPG tersebut akan bersifat tertutup.

Menyikapi hal ini, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mengaku siap dengan kebijakan pemerintah terkait mekanisme distribusi LPG 3 kg. Termasuk jika nanti akan dilaksanakan dengan sistem tertutup.

“Kalau berdasar informasi dari pemerintah, bukan dicabut. Tapi subsidinya tertutup, langsung ke penerima atau masyarakat yang berhak,” terang Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji di Surabaya.

Rustam menuturkan, Pertamina akan selalu memastikan ketersediaan produk LPG untuk masyarakat. Setelah adanya keputusan, pihaknya akan memastikan lembaga penyalur siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut. “Saat ini kami juga masih menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah untuk skema atau mekanisme dan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2019 kemarin, konsumsi LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Timur rata-rata normal harian sebesar 4.000 MT per-hari. Sedangkan konsumsi rata-rata LPG selama masa satuan tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, terjadi peningkatan konsumsi LPG Subsidi di Jawa Timur sebesar 5 persen dari rata-rata normal harian. “Konsumsi rata-rata mencapai 4.200 MT (metric ton) per hari,” ujarnya.

Di lain sisi, LPG non subsidi di Jawa Timur, khususnya di sektor non rumah tangga, meningkat pesat mencapai 41 persen dari rata-rata normal harian. “Kenaikan tersebut karena meningkatnya kebutuhan untuk konsumen seperti perhotelan, restoran dan café yang melayani masyarakat yang berlibur,” lanjutnya. Tercatat, jumlah konsumsi LPG non-subsidi non rumah tangga tersebut 85 MT per-hari dari rata-rata normal harian sebesar 60 MT per-hari.

  • Dipublish : 18 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami