Pertanian Butuh Alokasi Elpiji

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR— Sulitnya mendapat elpiji 3 kg di Sulsel hingga kini masih dirasakan. Pemicunya, belum adanya alokasi khusus
ke sektor pertanian dan peternakan.

Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi, Hasbidin, mengemukakan, pengguna elpiji 3 kg di kalangan petani sangat besar. Khususnya untuk mesin pompa air.
Apalagi kata dia, musim kemarau ini banyak yang menggunakan. “Bukan karena faktor kelangkaan, hanya keluar dari peruntukannya,” ujar Hasbidin di Hotel Gammara, Senin, 26 Agustus.

Termasuk kesadaran masyarakat mampu untuk beralih dari elpiji 3 kilogram. Padahal itu jelas, peruntukannya untuk warga kurang mampu. Sehingga ASN, restoran, laundry, dan sektor lainnya sudah wajib menghindari elpiji subsidi.

Apalagi sudah ada Bright Gas 5,5 kg. Tetapi, itu sulit terealisasi tanpa regulasi tegas dari pemerintah. Selama ini kata dia, masih sebatas himbauan. “Belum ada
sanksi tegas,”katanya.

Di beberapa kota, kata dia itu sudah diterapkan. Misalnya pemotongan gaji jika masih menggunakan elpiji 3 kilogram. Kondisi itu juga dilihat dari masih minimnya pengguna Bright Gas di Sulsel yang masih sekira 9 persen. Kemudian wilayah Sulawesi, baru sekira 30 persen.

Sehingga, memang perlu alokasi khusus. Itu melalui rekomendasi pemerintah. Agar sektor pertanian dan peternakan ini dialokasikan. “Seperti sektor nelayan kan sudah ada,”katanya disela-sela Musyawarah Cabang IX DPC I Hiswana Migas Makassar.

Kepala Dinas Perdagangan Makassar, A Muh Yasir yang hadir membuka kegiatan tersebut, berharap Hiswana bisa menagktulasikan teman digitalisasi tersebut.
Khususnya itu memacah persoalan kelangkaan elpiji dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM) yang setiap tahun dikeluhkan.
Misalnya kata dia, dibuat semacam kartu degital yang bisa digunakan sebagai identitas pembelian. “Saya kira menarik itu,”katanya. (mum/dir)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 27 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami