Pertumbuhan Ekonomi Anjlok, Terendah sejak 2001

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Dipicu Pemberlakuan PSBB

 

JAKARTA – Dampak pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I anjlok. Bahkan, lebih rendah daripada proyeksi pemerintah.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya 2,97 persen. Angka tersebut lebih rendah daripada proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya sebesar 4,6 persen. Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (kuartal IV 2019), pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,41 persen.

”Banyak yang terkontraksi akibat adanya pembatasan aktivitas dan lockdown untuk mengendalikan persebaran Covid-19,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual kemarin (5/5).

Mayoritas sektor ekonomi melambat secara tahunan (year-on-year). Meski begitu, Suhariyanto menegaskan bahwa merosotnya pertumbuhan ekonomi juga dialami negara-negara maju atau berkembang lainnya. Misalnya, Amerika Serikat (0,3 persen); Korea Selatan (-1,3 persen); Uni Eropa (-3,3 persen); Singapura (-2,2 persen); Tiongkok (-6,8 persen; dan Hongkong (-8,9 persen). ”Pertumbuhan ekonomi saat ini terendah sejak Q1 2001. Saat ini situasinya beda. Ini kan ketidakpastian. Kita tidak bisa memprediksi kapan Covid-19 ini selesai,” ujarnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama disebabkan konsumsi rumah tangga yang merosot ke 2,84 persen. Juga investasi yang hanya tumbuh 1,70 persen. Di sisi lain, konsumsi pemerintah masih tumbuh 3,74 persen dan ekspor tumbuh 0,24 persen ketika impor mengalami kontraksi -2,19 persen.

Menurut Febrio, merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Peningkatan konsumsi kesehatan, pendidikan, perumahan, serta perlengkapan rumah tangga tidak mampu mengimbangi penurunan konsumsi pakaian, alas kaki, jasa perawatan, serta transportasi dan komunikasi. (jp)

  • Dipublish : 6 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami