Petani Bone Gagal Panen, Ini Penyebabnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

WATAMPONE — Para petani di Kabupaten Bone mengeluh. Musim panen tahun ini gagal. Hama dan kekeringan menjadi penyebab utamanya.

Kekeringan terjadi mayoritas di Bone Barat. Tepatnya di Kecamatan Bengo dan Kecamatan Lamuru. Petani pastinya merugi karena musim kemarau ini. Lahan yang seharusnya dialiri air hanya berharap dari aliran sungai dan air hujan.

Salah seorang Petani di Bone, Muse mengaku bahwa panen tahun ini gagal. Kondisi padi rusak dikarenakan hama. “Biasanya kalau tidak ada penyakit saya panen padi sampai 20 karung gabah, tapi tahun ini paling banyak dapat 3 karung karena rusak,” katanya Senin (26/8/2019)

Kata dia, kondisi padi tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semua petani di Bone kena kekeringan. Dan otomatis pasti merugi. “Pastinya ini merugi. Kita sudah mengeluarkan biaya banyak mulai tanam hingga pemupukan,” tutur Muse.

Petani lainnya, Rusman juga mengakui kondisi kekeringan ini yang merugikannya. Sebab, kata dia ini akan berdampak panjang jika terus kering, tidak ada aliran air. “Biasanya para petani di Bone tanam kacang setelah panen padi, tapi kalau tanah terus kering kita tidak bisa apa-apa,” akunya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hoktikultura dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin menjelaskan, memang sebagian besar para petani di Bone mengalami gagal panen. Itu semua karena pengaruh hama, iklim, dan kadang pengaruh pengolahan tanah. “Gagal panen ini pasti petani merugi,” ucapnya.

Diakuinya, ada hama yang terlalu fanatik dengan itu yang seharusnya itu dipotong lebih dini. “Kita selalu tudang sipulung bahas semua ini. Lebih jelasnya nanti ketemu Kabid saya saja,” bebernya. (gun)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 26 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami