Petani Tolak Kenaikkan Cukai Tembakau

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

TEMANGGUNG – Rencana Presiden Joko Widodo menaikkan cukai tembakau pada tahun 2021, mendapatkan penolakan yang serius dari petani dan kepala desa di Kabupaten Temanggung. Pasalnya, selama dua periode ini petani tembakau selalu mendukung Joko Widodo.

“Petani dan kepala desa di daerah pertembakauan di Kabupaten Temanggung menolak rencana Presiden Jokowi menaikkan cukai pada 2021 karena dinilai akan menyengsarakan,” ujar seorang petani tembakau, Yamuhadi seperti dikutip dari Magekang Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

Ia mengatakan dampak dari kenaikkan cukai pada 2020 membuat petani menderita yakni rendahnya harga tembakau. Maka dari itu, petani menolak rencana kenaikkan cukai.

“Penderitaan kami bukan penderitaan bohongan tetapi penderitaan betulan, karena tembakau merupakan sandaran ekonomi bagi kami dan keluarga kami,” kata dia, Minggu (1/11)

Kades Bansari Kecamatan Bansari Samino mengatakan petani telah merasakan hancurnya perdagangan tembakau di tahun 2020 sebagai dampak kenaikkan cukai.

“Kami meminta ada presiden selaku penentu kebijakan di tingkat pusat, untuk tidak menaikkan cukai,” kata dia.

Menurut dia, kenaikkan cukai pada 2021 akan berdampat besar bagi kehidupan petani tembakau, yakni hancurnya perekonomian di Temanggung dan kabupaten-kabupaten penghasil tembakau lainnya.

“Kami rasakan efek yang besar, apalagi tidak didukung dengan kebijakan khusus tentang tembakau. Ini akan menjadikan masyarakat kami, yang bergerak di bidang tembakau hancur,” kata dia.

Harga tembakau turun, jauh di bawah harga produksi, sehingga pihaknya meminta Jokowi untuk mempertimbangkan nasib petani, yang selama ini mendukung dan memilih Jokowi pada dua kali pilpres.

Sekretaris Pengurus Pusat APTI Agus Setiawan menyampaikan permohonan pada Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali kebijakan kenaikkan cukai pada 2021, karena imbas kenaikkan tahun 2020 sudah dirasakan saat ini.

“Kami petani tembakau dan cengkeh di dua periode telah menyerahkan amanah dan nasib sepenuhinya pada Jokowi. Kami mohon Jokowi dapat menerjemahkan dengan tidak memberangus petani tembakau dan cengkeh Indonesia,” kata dia.

Petani tembakau dari Magelang, Sidiq Budiyono, mengatakan kenaikkan cukai akan berdampak buruk pada petani Indonesia, sehingga harus dibatalkan, apalai kini masih dalam pandemi Covid-19.

“Kami petani tembakau dari Magelang menyatakan menolak dan tidak setuju atas kenaikan cukai, ” kata dia.

Dia mengatakan kenaikkan cukai pada 2021 akan semakin memberatkan industri rokok Indonesia dan juga akan menghambat petani dalam budidaya tembakau. (set/fit)

  • Dipublish : 2 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami