Petugas Survei Lokasi untuk Safari Wukuf

Petugas melakukan survei lokasi tempat jamaah haji Indonesia menjalani safari wukuf di Padang Arafah (28/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
Petugas melakukan survei lokasi tempat jamaah haji Indonesia menjalani safari wukuf di Padang Arafah (28/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Makkah- Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji. Tidak bisa digantikan dengan apa pun. Jika ada jamaah yang tidak menjalani wukuf, maka hajinya tidak sah. Nah, untuk jamaah yang sakit keras menjalani safari wukuf.

Jamaah yang menjalani safari wukuf umumnya sakit keras dan sedang menjalani rawat inap di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah. Mereka berangkat dari KKHI di Makkah dengan ambulans dan bus sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi (WAS) pada 9 Zulhijjah.

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ali Zawawi menuturkan, sebelum pelaksanaan safari wukuf perlu dilakukan survei. Titik yang nanti digunakan safari wukuf itu sudah masuk area padang Arafah.

Dia menjelaskan jamaah sudah dipersiapkan sejak KKHI Makkah. “Persiapan ikhram dan bersuci dan niat dilakuan di KKHI Makkah. Kemudian pakai baju ihram juga dilakukan di KKHI Makkah,” tuturnya saat survei lokasi bersama petugas PPHI Arab Saudi lainnya di Arafah Minggu (28/7).

Konsultan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ahmad Kartono menuturkan secara syar’i wukuf dengan safari wukuf tetap sah. Sebab dilakukan di Padang Arafah. Meskipun hanya beberapa saat. Dia menuturkan jamaah diperkirakan tiba di Padang Arafah pukul 12.00 waktu setempat. Kemudian sekitar pukul 15.00 waktu setempat dibawa pulang kembali ke KKHI Makkah.

Kartono menuturkan titik lokasi safari wukuf sengaja diambil di bagian sisi atau pinggiran. Sebab pertimbangan akses kendaraan. Dengan dipilihnya lokasi di pinggiran, maka akses untuk meninggalkan Padang Arafah untuk kembali ke KKHI Makkah lebih mudah.

Yang dilakukan jamaah safari wukuf hampir sama dengan jamaah wukuf pada umumnya. Setibanyak di lokasi safari wukuf, dengan bimbingan personel pembimbing ibadah dan konsultan ibadah, digelar proses khubah wukuf. “Khutbah wukuf di masing-masing bus,” tuturnya.

Proses khutbah wukuf berjalan sekitar 10 menit. Setelah itu dilakukan salat duhur dan asar dijamak takdim dan qasar. Kemudian jamaah dibimbing untuk berzikir. Supaya ikut merasakan wukuf. Selain itu juga supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut Kartono tahun lalu jumlah jamaah yang menjalani safari wukuf sekitar 200 orang. Mereka menggunakan sepuluh armada bus dan sejumlah mobil ambulans. Tahun ini diperkirakan jumlah jamaah safari wukuf lebih banyak. Tetapi data validnya menunggu proses verifikasi dari KKHI Makkah hingga menjelang pelaksanaan wukuf nanti. Meskipun begitu Kartono menegaskan PPIH Arab Saudi siap membantu dan memfasilitas pelaksanaan safari wukuf.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Hilmi Setiawan

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 29 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami