Pidato Perdana Puan Maharani Sebagai Ketua DPR 2019-2024

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Pelantikan Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024, tampak berkesan di sidang paripurna Dewan yang berlangsung pada Selasa malam (1/10). Sebab, momentum itu dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus ibu kandungnya.

Setelah dilantik dan mengucap sumpah jabatan dipandu Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Puan bersama empat Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Rahmat Gobel (Nasdem), dan Abdul Muhaimin Iskandar (PKB), langsung menduduki kursi pimpinan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu kemudian membuka sidang dilanjutkan penyampaian pidato perdananya sebagai ketua DPR perempuan pertama. “Yang saya hormati dan cintai, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia,” ucap Puan di awal pidatonya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR periode 2009-2014 ini juga menyapa Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang sebelumnya bersama-sama dengannya di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Puan dalam pidatonya, bersyukur karena prosesi pengucapan sumpah dan janji Anggota DPR RI malam itu terlaksana secara tertib dan lancar. Di mana, dirinya bersama Aziz, Dasco, Gobel dan Cak Imin terpilih sebagai pimpinan.

“Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya atas nama Pimpinan Dewan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin DPR RI Periode 2019-2024,” tutur Puan yang tampil mengenakan kebaya merah.

Kepemimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial menurutnya harus diwujudkan dengan membangun semangat kebersamaan, semangat kerja bersama, jiwa bergotong-royong, karena itu akan mengoptimalkan tugas dan fungsi wakil rakyat.

“Hanya dengan semangat gotong royong dan niat pengabdian yang tulus dari semua Anggota DPR, maka kita akan dapat menjalankan amanah sebagai wakil rakyat,” tegas pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kushala itu.

Melalui fungsi legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat, katanya, DPR diharapkan dapat ikut mewujudkan tujuan bernegara, yakni melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Walaupun fungsi-fungsi di DPR akan berjalan secara dinamis, Puan mengingatkan hal itu tidak boleh menimbulkan perpecahan dan kontraproduktif. Sebab, dinamika itu menurutnya harus tetap berjalan pada landasan utamanya yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kekritisan kita, khususnya dalam mengimplementasikan prinsip demokrasi dan menjalankan mekanisme checks and balances haruslah selalu konstruktif, dan membangun peradaban demokrasi di Indonesia,” lanjut politikus 46 tahun itu.

Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu lantas mengajak seluruh anggota DPR menjaga kepercayaan yang telah diberikan rakyat melalui kerja keras, kerja cerdas, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan fungsi dan peran DPR yang dapat memenuhi aspirasi dan harapan rakyat.

Puan lantas mengakhiri pidatonya dengan menerikkan kata Merdeka…Merdeka..Merdeka! Teriakannya itu disambut kata yang sama oleh para wakil rakyat maupun pengunjung sidang yang duduk di balkon bagian atas.(jpnn)

  • Dipublish : 2 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami