Pilot Lion Air Meninggal Dunia, karena Covid-19?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA –Simpang siur tentang kematian seorang pilot yang meninggal dunia karena COVID-19 sedikit mulai terkuak. Kepada sejumlah media, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto membenarkan tentang kematian pilot tersebut. Namun, dia enggan menyebutkan nama maskapai tempat pilot itu bekerja.

Di sejumlah pesan berantai Whatsapp, diketahui nama pilot itu adalah Captain Sutopo Putro. Dia adalah pilot Lion Air yang tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan dan meninggal dunia karena serangan COVID-19.

Kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengakui bahwa Sutopo Putro adalah pilot yang bekerja di maskapai Lion Air.

Namun, kata Danang, Lion Air tidak mau berspekulasi mengenai penyebab kematian Sutopo Putro karena pihaknya hingga saat ini masih belum menerima hasil pemeriksaan yang bersangkutan.

“Lion Air menerima konfirmasi bahwa Capt Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (22/3) oleh dokter (tim medis),” kata Danang dalam keterangannya, Senin (23/3).

Yang pasti, katanya, jenazah Captain Sutopo sudah dikuburkan pihak keluarga. “Sampai dengan saat ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab atas meninggalnya almarhum Capt. Sutopo Putro,” jelas Danang.

Menurutnya, Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaik yakni Capt Sutopo Putro.

”Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada hari yang sama, Minggu,” tutur Danang.

Danang menyatakan, Captain Sutopo Putro adalah salah satu pilot yang memiliki catatan baik selama bergabung Lion Air.  Sutopo Putro terakhir kali melakukan cek kesehatan pada 4 Maret 2020 dan dinyatakan sehat.

“Berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, di mana yang bersangkutan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight). Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba,” jelas Danang. (wsa/fin)

  • Dipublish : 23 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami