Pilot Sriwijaya Air Minta Izin Naik Ketinggian Sebelum Jatuh

Ilustrasi Sriwijaya Air Sj 182 (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Ilustrasi Sriwijaya Air Sj 182 (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Sriwijaya Air SJY 182 hilang kontak sesaat lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (9/1). Ternyata, Pilot Afwan sempat minta izin naik ketinggian karena cuaca buruk.

Pesawat jenis Boeing 737-600 dengan registrasi PK-CLC terbang dengan tujuan Jakarta-Pontianak dan hilang kotak sekitar pukul 14.39 WIB.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, terkait insiden tersebut pesawat tersebut tinggal landas menuju Pontianak pada pukul 13.36 WIB. Saat pukul 14.27 WIB pesawat tersebut meminta untuk menaiki ketinggian karena kondisi cuaca yang buruk.

“Izin itu diberikan untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar. Pukul 14.40 menara tidak lagi melihat pesawat Sriwijaya,” ujarnya, Sabtu (9/1).

Adita menuturkan saat ini seluruh stakeholder yang terkait tengah berkoordinasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh penumpang dan kru dengan menugaskan kapal-kapal dari Basarnas, Polisi dan TNI.

“Pada pukul 16.00 WIB, kami terima dari masyarakat ada serpihan-serpihan pesawat itu,” katanya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

“Pada pukul 17.30 WIB, Pak Presiden mengontak kami untuk maksimalkan upaya pencarian, dan itu sudah dikoordiansikan bersama Basarnas, Polisi, dan TNI,” sambungnya.

Adita menambahkan bagi pihak keluarga yang ingin mengetahui informasi dipersilakan mendatangi posko center Sriwijaya Air di Terminal 2 D Bandara Soekarno-Hatta. “Total penumpang 56 penumpang, 46 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Selain itu ada 6 kru dari pesawat itu,” jelasnya. (JPC)

  • Dipublish : 11 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami