PKM Kelompok Tani Lonrong Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Makassar,- Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup Universitas Fajar oleh Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T dan Kardina S.IP, M.A berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat(PKM) dengan judul pengabdian: PKM Kelompok Tani Lonrong Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

Beberapa permasalahan yang kami temui pada Kelompok Tani Lonrong yang menjadi prioritas adalah petani hanya mengandalkan pupuk anorganik dalam berusaha tani, sehingga kegiatan pertanian yang dilakukan tidak ramah lingkungan, limbah jerami belum dimanfaatkan oleh petani menjadi pupuk, umumnya dibiarkan dan dibakar, petani belum memiliki keterampilan mengolah jerami menjadi pupuk organik/kompos, petani belum mengetahui adanya teknologi alat pencacah jerami, petani belum memiliki wawasan berwirausaha pupuk organik.

Berdasarkan permasalahan kelompok petani tersebut di atas, maka tim pelaksana PKM bersepakat dengan kelompok tani Lonrong untuk menangani persoalan prioritas yang dihadapi. Prioritas permasalahan yang akan ditangani oleh tim PKM bersama mitra adalah pengolahan jerami dan kotoran ternak menjadi pupuk organik/kompos, pemanfaatan alat pencacah jerami menggunakan motor penggerak, dan cara berwirausaha dengan produksi pupuk organik/kompos.

Untuk mengatasi permasalahan mitra kelompok tani, maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan pengetahuan tentang pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan pupuk organik/kompos, memberikan keterampilan membuat pupuk organik dari bahan jerami dan limbah pertanian lainnya, memberikan keterampilan cara pengoperasian dan penggunaan alat mencacah rumput/jerami dengan teknologi sederhana dan tepat guna yang mengggunakan motor penggerak, memberikan pelatihan pengemasan berbagai ukuran untuk dapat dijual, memberikan pelatihan wirausaha tentang manajemen dan pemasaran.

Melalui kegiatan ini kami diharapkan kepala pemerintah setempat khusus kepala desa dan kecamatan Mattiro Bulu mampu menjadikan pengolahan limbah pertanian dan pertanakan menjadi pupuk organik sebagai unit usaha desa. Sehingga nantinya masyarakat desa menjadi masyarakat mandiri melalui peningkatan pendapatan petani dan penghasilan tambahan bagi mereka. (*/jm)

  • Dipublish : 22 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami