PLN Bentuk Tim Independen Investigasi Insiden Blackout

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – PT PLN (Persero) menyatakan telah membentuk tim independen untuk melakukan investigasi blakcout atau padamnya listrik massal sejabodetabek dan pulau Jawa pada Minggu lalu.

Perusahaan pelat merah ini juga membuka kepada pihak luar untuk ikut menjadi bagian tim independen.

PLN sudah menunjuk tim independen untuk assessment case tersebut. Baik internal PLN, kami terbuka tim luar, ujar Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Raharjo Abumanan di Jakarta, kemarin (8/8).

Selain itu, pihkanya juga sedang menyiapkan berbagai skema untuk mengatasi masalah ini. Hal itu agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tak hanya itu, PLN juga membuat skema ganti rugi ke konsumen.

Ke depan beberapa contingency plan kita siapkan termasuk mekanisme yang kita berikan sesuai hak konsumen, kata dia.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Naiul Huda mengapresiasi pihak PLN yang bertanggung jawab memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terkena dampak mati listrik.

Berdasarkan hitungan Huda, dia memperkirakan kerugian blackout dari beberapa sektor mencapai Rp822 miliar. Sementara PLN menghitung sebesar Rp865 miliar untuk membayar ganti rugi ke 22 juta pelanggan.

Tim independen nampaknya juga langkah yang bagus namun hasilnya jangan hanya berhenti di pohon sengon, tapi hasil yang lebih masuk akal, ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (8/8).

Senada dengan Indef, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Pieter Abdullah menilai pihak PLN berhak membela diri atas insiden blackout kemarin. Apalagi PLN juga sudah mendapat hukuman yang berat oleh masyarakat

Kan setahu saya polisi juga sedang mengusut permasalahan ini. Selain itu PLN sebenarnya sudah mendapatka hukuman yang cukup berat. Yang perlu ditindaklanjuti siapa yg paling bertanggung jawab, kata Abdullah kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (8/8).

Sebelumnya, Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahayani menjelaskan bahwa penyebab utama listrik pada pada hari Minggu lalu bukan karena sebab tunggal, seperti pohon sengon. Namun banyak faktor.

“Kompleks, sistem Jawa, Bali itu sangat kompleks rekan-rekan perlu pahami, ada 250 pembangkit, 500 gardu induk, 5.000 km sirkuit transmisi 500 kV dan 7.000 km transmisi 150 kV. Kalau persoalan pemadaman kemarin yang meliputi 3 wilayah tadi bukan penyebab tunggal, ujar dia.

(din/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 9 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami