PLN Klaim Rugi Rp 90 Miliar Akibat Blackout

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PT PLN mengkalkulasi kerugian awal dari peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8). Hasil hitungan tim internal, PT PLN berpotensi kehilangan uang sebanyak Rp90 miliar atas peristiwa tersebut.

Direktur Pengadaan Strategi II PT PLN Djoko R Abumanan mengatakan, jumlah kerugian sebanyak Rp90 miliar itu dari hitungan terhadap potensi listrik yang bisa dijual, seandainya tidak terjadi pemadaman.

Hitungan tim PT PLN, pasokan listrik yang disalurkan melalui transmisi yang mengalami gangguan, sebesar 9.000 MW per jam.

“Berarti hilang 9.000 MW. Hilang katakanlah sepuluh jam,” ucap Djoko ditemui di kantor PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu.

Djoko menjelaskan, sepuluh jam ialah estimasi waktu pemadaman yang berlangsung di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat.

Menurut dia, jika 9.000 MW tersebut dikalikan 10 jam, potensi kehilangan PT PLN untuk menjual listrik sebesar 90.000 MW.

Djoko lantas mengasumsikan rata-rata tarif per Kwh sebesar Rp 1.000. Dari situ, hitungan-hitungan kerugian mencapai Rp90 miliar.

“Ya, Rp90 miliar minimal lost, rugi. Belum didendain tadi kalau ada kompensasi,” ungkap dia.

Sementara itu, Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani menyebut pihaknya belum bisa memastikan penyebab pemadaman setrum terjadi di beberapa wilayah.

Sesuai rencana, PT PLN akan menunjuk tim investigasi independen demi menyelidiki penyebab pemadaman setrum.

Menurut dia, kejadian pemadaman setrum memiliki dampak besar bagi masyarakat luas. Karena itu proses pengusutan harus objektif dengan melibatkan tim investigasi independen.

“Kami akan menunjuk tim independen untuk melakukan investigasi. Sebab kenapa? Kalau diketahui, listrik yang padam ini kan dampaknya luar biasa,” kata Sripeni di kantor PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu. (*)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 5 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami