Plt Gubernur: Jangan Percaya Hoaks

foto: bkm
foto: bkm
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id — Hingga kemarin polisi masih menyelidiki motif penyerangan dua asrama mahasiswa di Jalan Sungai Limboto, Makassar, pada Minggu (28/11) yang menyebabkan korban luka. Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana menyebut, pihaknya telah memanggil 10 orang saksi untuk dimintai keterangan. Hal itu diungkapkannya usai bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/11).

“Sampai saat ini ada 10 orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Kami sudah mendapatkan data arah kepada pelaku, tapi belum bisa saya sampaikan saat ini,” ujarnya.
Nana mengatakan, saksi-saksi yang diperiksa berasal dari kedua belah pihak yang asramanya diserang, yaitu Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone.

Soal pelaku penyerangan, dia mengaku polisi belum mengidentifikasi tersangka. Namun penyelidikan akan terus berlanjut hingga pelaku ditemukan. “Saya rasa belum. Kita kan baru mendapatkan beberapa. Dari saksi-saksi ini akan berkembang lagi,” tuturnya.

Nana menegaskan, pihaknya akan serius menangani kasus ini. Apalagi sampai terjadi korban luka serius dan kerusakan asrama. Polisi akan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi lagi konflik serupa di Sulsel.

Polisi juga telah membentuk tim untuk pola pengamanan. Selain itu, kepala daerah di masing-masing wilayah serta kerukunan daerah diminta bekerja sama untuk merangkul keluarga mahasiswa di Makassar.

“Terkait dengan kasus ini, kami dari kepolisian, berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi (kemarin) sudah disepakati bahwa hukum adalah panglima. Kami akan melakukan penegakan hukum terkait kasus ini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa masalah ini sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum. Untuk itu ia berharap tidak ada lagi gerakan tambahan menyusul peristiwa yang telah terjadi.’

“Dari pihak keluarga sudah menyatakan tidak mau lagi ada korban berikutnya. Mereka sudah ikhlas dan bersepakat bahwa itu harus dikembalikan kepada hukum. Pihak keluarga tidak mau ada korban berikut.

“Komitmen bersama, ini ada selalu bentur-benturkan. Hoaks yang beredar harus dikonter. Ada pihak-pihak tertentu yang coba memprovokasi. Kita akan kunjungi korban dan kami akan beri bantuan,” terang Andi Sudirman.

Karena permasalahan ini hanya dibenturkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, ASS pun meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi hoaks atau informasi apapun yang bertujuan memanas-manasi suasana.

“Kalau kita tanya KEPMI dan IPMIL, mereka satu jalan, tidak ada masalah, itu dulu-dulu saja. Kita harus tahu oknum tertentu yang masuk memprovokasi,” tandasnya.

Usai bertemu ASS, kapolda berkunjung ke gedung DPRD Sulsel. Ia betemu dengan Ketua DPRD Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Ketua DPRD Ni’matullah Erbe.

Usai pertemuan, Kapolda Irjen Nana Sudjana berjanji akan terus memfasilitasi dua kelompok yang bertikai. Tak hanya itu, pihak kepolisian akan melibatkan para tokoh serta pemerintah daerah masing-masing.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dari kelompok yang bertikai. Kami berharap pertemuan tersebut tetap berlanjut agar tercipta kondisi yang baik dan harmonis,” jelas kapolda.

Dalam kesempatan yang sama, kapolda juga menjelaskan antisipasi menyambut Natal dan tahun baru. Pihaknya tengah menyiapkan ratusan personel guna tercipta suasana yang kondusif dan aman. Mereka akan disebar di berbagai tempat guna membantu masyarakat.

Ketua DPRD Andi Ina Kartika mengaku, kedatangan kapoda terkait banyak hal. “Beliau (Kapoda) datang bersilaturahmi dan ingin menjadi mitra dengan pihak legislatif,” ujarnya.

Kapolda juga menyampaikan beberapa hal, termasuk pengamanan natal dan tahun baru. “Beliau minta kerja sama kepada kita terkait vaksinasi agar bisa tercapai 70 persen,” jelas Andi Ina Kartika.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe mengakui jika saat ini baru target vaksinasi belum tercapat. “Kita masih di angka 46 persen. Dari 34 provinsi, kita di Sulsel berada urutan 26,” ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Tanggung Biaya Korban

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan akan menanggung biaya pengobatan korban penyerangan yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi korban di dua rumah sakit berbeda, Senin (29/11). Satu dirawat di RS Pelamonia dan satu lainnya di RS Wahidin Sudirohusodo.

“Sebagai penanggung jawab di Kota Makassar, saya sudah sampaikan, pengobatan biar Pemkot Makassar yang tanggung. Ini kami sampaikan tanpa mengurangi hormat saya pada pemerintah daerah masing-masing. Karena ini kejadiannya di Makassar,” ungkap Danny.

Dia mengaku turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Dia mengajak pihak-pihak yang bertikai untuk tenang sambil menyerahkan persoalan ini kepada aparat berwajib guna dicari solusinya.

“Kami minta untuk tetap tenang. Jangan sampai pihak ketiga bisa mengadu domba dalam hal ini,” pinta Danny.

Dia juga berharap kepada pihak terkait, khususnya aparat berwajib untuk menelusuri akar permasalahan sehingga pertikaian tersebut terjadi. Kepada seluruh pihak, Danny juga meminta agar jangan terpancing hoaks dan memposting informasi yang bisa memicu dan memprovokasi warga. (jpc/jm)

  • Dipublish : 1 Desember 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami