Polda Jabar Tindak Tegas Penimbun Tabung Oksigen

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago. (Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)
Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago. (Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan akan menindak tegas apabila ada penimbun tabung oksigen yang saat ini dibutuhkan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago mengatakan, praktik penimbunan tabung oksigen menyangkut urusan perdagangan dan kejahatan kemanusiaan. ”Namun semua itu akan berposes. Kita lihat terlebih dahulu penimbunan dengan alasan apa dan izinnya bagaimana. Tentu itu akan diproses dan kalau terbukti akan ditindak tegas,” kata Erdi seperti dilansir dari Antara di Bandung.

Dia mengatakan saat ini, Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus terus mendata distributor tabung oksigen di Jabar. Sehingga, suplai tabung oksigen dari para distributor dapat terawasi agar tidak ada upaya penimbunan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Meski begitu, dia menilai saat ini masih belum marak upaya penimbunan tabung oksigen. Stok tabung oksigen mulai menipis karena kebutuhan untuk pasien Covid-19 meningkat yang tidak terduga.

Selain mewaspadai penimbunan, dia meminta masyarakat agar mewaspadai tabung oksigen palsu karena saat kebutuhan oksigen meningkat diperkirakan ada upaya pemalsuan. ”Harus waspada pada situasi begini. Orang hanya berpikir membutuhkan oksigen tanpa melihat bagaimana kemasan dan memperolehnya sehingga diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” tutur Erdi.

Sementara itu, pembudidaya ikan di Cianjur, Jawa Barat, mengurangi pengiriman ikan ke sejumlah wilayah seiring menipisnya pasokan oksigen dari agen dan distributor. Sebab, saat ini lebih diprioritaskan untuk pelayanan medis di tempat isolasi Covid-19.

Mereka terpaksa mengundur panen dan menolak pemesanan karena kurangnya oksigen untuk mengisi kantong ikan sebelum didistribusikan ke pemesan. ”Sudah pasti kelabakan karena oksigen diprioritaskan untuk pelayanan medis di rumah sakit, sedangkan bagi petani, oksigen dibutuhkan untuk pendistribusian setelah panen, karena stoknya minim kami mengundurkan panen,” kata pembudidaya ikan di Waduk Jangari Hendra.

Dia menjelaskan, biasanya pembudidaya di kawasan Waduk Jangari membutuhkan 50 tabung oksigen berukuran besar dengan isi 100 kilogram. Untuk satu tabung cukup untuk 300 balon atau kantong ikan dengan total berat 3 ton.

Setiap hari, pembudidaya di kawasan tersebut, membutuhkan 50 tabung oksigen dengan hasil produksi 150 ton. Namun sejak beberapa hari terakhir, pasokan oksigen dari bandar dibatasi hanya 5 tabung.
”Pembatasan tersebut, informasi dari bandar karena pasokan oksigen diutamakan ke rumah sakit untuk pasien Covid-19 yang terus meningkat dan membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasan,” papar Hendra. (jpc/jm)
  • Dipublish : 6 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami