Polisi Akan Tindak Tegas Ormas Yang Melakukan Sweeping

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono‎ (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono‎ (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Polda Metro Jaya dengan tegas melarangan Organisasi Masyarakat (Ormas) apapun melakukan sweeping saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 mendatang. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono telah mengintruksikan jajarannya untuk menindak tegas bagi ormas yang membandel.

“Kalau ada yang sweeping siapapun itu, kita akan melakukan tindakan tegas,” ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/12).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ormas yang nekat melakukan aksi sweeping bisa dijerat secara pidana. Penindakan akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh ormas tersebut.

“Tindakan tegas ya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Kita lakukan secara tegas dan kita amankan. Kalau melawan pidana, ya kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucap Yusri.

Yusri mengimbau ormas membantu aparat kepolisian terkait pengamanan Nataru. Polisi telah berkoordinasi dengan stakeholder dan organisasi masyarakat seperti Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) untuk mengamankan gereja saat perayaan Natal.

“Kita mengajak teman ormas dan mereka menyatakan akan membantu aparat menjaga toleransi beragama. Ada beberapa ormas mengerahkan kekuatan menjaga gereja yang ada dengan berpatroli bersama aparat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Yusri pernah menyampaikan, sebanyak 8.196 personil akan diturunkan untuk mengamankan 1.559 gereja dan 1.360 titik perayaan lainnya maupun objek vital (obvit). Objek pengamanan difokuskan di tempat yang biasa menjadi pusat keramaian maupun tempat wisata.

“Anggota sudah siap, ada 95 pos pengamanan (pospam) baik di Jakarta maupun di sekitaran Jakarta,” kata Yusri kepada wartawan, Rabu (18/12).

Dari 1.559 gereja yang dilakukan penjagaan, Polda Metro Jaya mencatat ada 57 gereja yang mendapat skala prioritas pengamanan. Salah satunya karena berdekatan dengan tempat ibadah lainnya.

Selain fokus utama pengamanan gereja, juga ada fokus pengamanan lainnya yakni arus mudik yang diprediksi terjadi mulai 23 Desember, dan arus balik yang dipredikisi terjadi pada 1-2 Januari 2020. Polda Metro Jaya menargetkan menekan angka kemacetan 30 persen, khususnya mengoptimalkan jalan tol. (jp)

  • Dipublish : 19 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami