Polisi Amankan Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri

ILUSTRASI: Petugas LabFor memeriksa jenazah terduga pelaku teroro bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). (Triadi Wibowo/Sumut Pos/JPG)
ILUSTRASI: Petugas LabFor memeriksa jenazah terduga pelaku teroro bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). (Triadi Wibowo/Sumut Pos/JPG)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MEDAN,- Misteri keberadaan istri terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, akhirnya terjawab. Pasalnya, aparat kepolisian telah menangkap istri Rabbial Muslim Nasution, 24. Saat ini, dia sedang dalam pemeriksaan intensif aparat.

Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan Dewi sudah diamankan. “Kita telah mengamankan istrinya, kemudian mengamankan orangtuanya (orang tua istri). Dalam arti kita meminta keterangan keluarganya. Kita juga melakukan pengeledahan pertama di rumah pelaku. Istrinya dalam hal ini diduga memberikan pengajian pada si pelaku ini,” ujarnya usai menjenguk para korban ledakan bom di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu malam.

Hanya saja, Mardiaz tidak menyebutkan dimana Dewi diamankan. Sebab, saat proses penggeledahan di rumah kontrakan mereka, di Jalan Marelan Pasar I Gang Melati 8, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, terlihat hanya Andi mertua Rabbial yang dibawa. Mardiaz menjelaskan dari pengeledahan di rumah terduga pelaku, polisi menyita beberapa benda.

“Beberapa busur panah dari besi dan ada juga pipa dari bambu, ini sudah dilakulan oelh TKP dari Labfor besok kita sampaikan hasilnya,” ungkapnya seperti dikutip Pojok Sumut (Jawa Pos Group), Kamis (14/11).

Polisi kata Mardiaz sedang memburu imam atau pemimpin pengajian yang diduga memberikan doktrin ke si pelaku. “Yang diduga sebagai imamnya masih dalam pengejaran namun kita sudah bisa mengantongi identitasnya yang diduga para imam,” tegasnya.

Mardiaz juga mengatakan polisi sudah melakukan penggeledahan di rumah yang biasa dijadikan tempat pengadian “Yang pertama (penggeledahan) di rumah pelaku, yang kedua rumah yang diduga tempat pengajian pelaku ini,” timpalnya.

Ditanya apakah Rabbial berafiliasi dengan jaringan tertentu, Mardiaz menyebut belum bisa menyimpulkan. “Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 14 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami