Polisi Dalami Kecelakaan Wakil Jaksa Agung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kejaksaan RI kini sedang berduka, salah satu putra terbaiknya, Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi KM 13, pukul 14.30, Sabtu (4/4) kemarin. Meninggalnya almarhum tentu sangat mengejutkan keluarga besar Korps Adhyaksa dan berbagai pihak.

Direktur Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya tengah mendalami penyebab kecelakaan yang mengakibatkan Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia. Data rekaman close circuit television (CCTV) tengah dicek.

“Masih didalami,” katanya lewat pesan singkat, Minggu (5/4).

Polisi tidak mau spekulasi apakah penyebab kecelakaan karena pengemudi bermain handphone atau berkendara dengan kecepatan tinggi. Sambodo bilang, polisi masih mengecek CCTV di tol.

Arminsyah saat itu mengemudikan mobil Nissan Skyline GT-R R35 bernopol B-9-PAF. Mobilnya menabrak pembatas jalan dan terbakar.

“Kita juga masih cek CCTV di tol,” katanya.

Terpisah Kepala Pusat Penernagan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan sangat berduka. Menurutnya almarhum yang pernah dipercaya menjadi Chief de Mission Kontingen Indonesia di Para Games 2018 merupakan figur pemimpin yang sangat dekat dengan pegawai.

“Selain itu rendah hati, perhatian, dan pendengar setia,” katanya.

Dilanjutkan Hari, Arminsyah yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 3 Mei 1960, pernah menjabat Kepala Kejaksaam Tinggi Jawa Timur ini juga merupakan salah satu ujung tombak reformasi kejaksaan. Berkat kerja kerasnya citra korps Adhyaksa berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Itu merupakan bukti totalitas kerja almarhum,” katanya.

Hari menyebut, almarhum yang meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen juga memiliki gagasan menarik terkait upaya membangun manusia melalui lima kecerdasan, yaitu kecerdasan fisik, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, dan kecerdasan semangat spiritual.

“Jadi kita tidak boleh gampang marah, harus bisa menyikapi suatu keadaan dengan tenang,” jelasnya.

Jenazah Arminsyah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Pedongkelan, Jakarta Barat, Minggu (5/4) pagi. Lokasinya berdampingan dengan makam ibundanya Hj Nurlaili binti Talib.

Dikatakan Hari, proses pemakaman sesuai protokol pencegahan penularan wabah pendemi covid 19.

“Setelah proses pemakaman selesai para pentakziah juga dipersilakan membersihkan tangan dengan sabun dan atau hand sanitiser yang disediakan di pintu masuk keluar pemakaman,” tutupnya.

Jaksa Agung periode 2014-2019, HM Prasetyo menilai almarhum Arminsyah adalah pribadi yang baik.

“Memahami peran dan posisinya demi terjalinnya hubungan harmonis di dalam bekerja bersama. Seorang yang pandai memegang teguh kepercayaan atas apa yang menjadi tugas, pekerjaan dan tanggung jawabnya,” katanya.

Baginya, kesetiaan bukan hanya kewajiban bawahan terhadap atasan, tapi seorang pimpinan perlu juga loyal kepada anggota dan bawahannya. Arminsyah sangat disenangi karena sifatnya yang juga selalu berusaha tidak mau mengecewakan orang lain.

“Arminsyah adalah seorang sahabat dan teman kerja yang tidak gemar menonjolkan diri, tahu apa yang harus dilakukan dan arif kapan saatnya harus berbicara ketika memang diperlukan,” jelasnya.

Selain itu, kata Prasetyo, almarhum tidak pernah ingin mendahului apalagi mencederai kepercayaan yang diberikan. Teringat, dalam sebuah kesempatan makan siang dengan yang lain, para Jaksa Agung Muda yang ajeg kami lakukan setiap hari selama lima tahun bersama, semua sependapat bahwa, ketika melihat “ke bawah”, apapun yang sudah berhasil kita capai di dalam karier dan dalam kehidupan keseharian, maka itu semua adalah Rahmat dariNya, yang harus disyukuri dan dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Hal itulah yang kemudian ditularkan dan ditanamkan kepada segenap insan Adhyaksa agar semua mau dan mampu bekerja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan,” ujarnya.(lan/gw/fin)

  • Dipublish : 6 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami