Polisi Gagalkan KPK Tangkap Harun

Plt Jubir KPK Ali Fikri (Rizyk / FAJAR INDONESIA NETWORK)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Caleg PDIP Harun Masiku berada di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta.

Tim penyelidik KPK sempat mendeteksi keberadaan Harun itu saat penyelidikan hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1).

“Iya (Harun di sekitar PTIK). Itu ketika proses penyelidikan,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/1).

Harun Masiku diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam perkara kasus dugaan suap penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 bersama Wahyu Setiawan. Kini statusnya buron.

Saat OTT dilakukan, KPK gagal mengamankan Harun. Padahal, tim KPK telah berada di sekitar PTIK karena meyakini Harun ada di sana. Tim KPK justru diperiksa oleh polisi yang bertugas di sana. Bahkan, sampai menjalani tes urine.

Dikonfirmasi perihal kemungkinan tim KPK bakal menyambangi kembali PTIK atau sekadar memeriksa CCTV untuk mencari Harun Masiku, Ali Fikri bergeming. Ia mengaku tak bisa mengungkapkan langkah tim KPK lebih lanjut lantaran termasuk dalam strategi penanganan perkara.

“Kami tidak bisa menyampaikan karena itu bagian dari strategi pengamanan perkara,” kata dia.

Ali pun enggan berspekulasi tudingan bahwa Harun Masiku disembunyikan ketika berada di sekitar PTIK. Ia juga tak mau menyebut ada pihak yang berusaha membantu Harun melenggang bebas.

“Kami tidak berspekulasi apakah disembunyikan atau ke mana begitu ya. Kami tidak berspekulasi lebih jauh terkait dengan itu,” kata Ali.

Akan tetapi, ia menegaskan, KPK tak segan untuk mengenakan Pasal 21 UU Tipikor tentang merintangi penyidikan bagi pihak-pihak yang membantu ataupun menyembunyikan Harun Masiku.

“Tentunya ya siapapun yang ternyata sengaja menyembunyikan itu bagian dari merintangi tugas penyidikan,” ucap Ali Fikri.

Sementara itu, Wakil Sekretaris (Sekjen) Partai Demokrat Andi Arief dan Rachland Nashidik mengaku bakal mendatangi PTIK untuk meminta klarifikasi keberadaan Harun Masiku. Mereka bakal menyambangi PTIK dalam tujuh hari ke depan jika Polri tak kunjung menjelaskan mengenai kebenaran kabar Harun Masiku di PTIK saat OTT KPK terjadi.

“Kami akan menunggu satu minggu terhitung dari hari ini untuk mendapatkan jawaban terang dari aparat hukum,” kata Andi melalui keterangan pers.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Selain Wahyu, KPK juga menetapkan eks caleg PDIP Harun Masiku sebagai pemberi suap dan dua orang lain.

Antara lain yaitu mantan Anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar total Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. (riz/gw/fin)

  • Dipublish : 30 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami