Polisi Gagalkan Peredaran Barang Ilegal Asal Cina dan Malaysia di Pelabuhan Nusantara

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PAREPARE — Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan kegiatan penyelidikan terkait dugaan barang seludupan di Pelabuhan Nusantara (PN) Parepare, Jumat, 29 November.

Dari hasil penyelidikan tersebut, Polda Sulsel bekerjasama dengan Polres Parepare menemukan ratusan barang seludupan atau ilegal dari negara Cina dan Malaysia, yang masuk melalui Pelabuhan Nusantara Parepare.

Kasubdit Kamsus Intelkam Polda Sulsel, Kompol Sugeng Setiabudi, mengatakan, informasi awal pihaknya dapatkan setiap dua kali dalam seminggu barang seludupan masuk melalui Pelabuhan Nusantara Parepare, yang dikordinir oleh beberapa masyarakat. Sehingga, pihaknya melakukan operasi dan mendapatkan ratusan barang seludupan diantaranya, karpet dari negara Cina, kosmetik, barang-barang rumah tangga, dan produik makanan dan minuman.

“Atas perintah Direktorat Intelkam Polda Sulsel kami melakukan operasi ini, dan memang barang yang kami temukan tidak memiliki dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB), izin edar, dari pemerintah, sehingga barang-barang ini dinyatakan ilegal,” katanya.

Kompol Sugeng, mengungkapkan, modus pengiriman barang seludupan tersebut, dengan cara menitipkan ke importir resmi. Namun, kata dia, beberapa importir resmi tersebut merasa keberatan atas kejadian tersebut karena ternyata barang yang mereka angkut tidak membayar pajak dan tidak memiliki izin.

“Jadi, semua barang ini mau ke Makassar, dan akan diedarkan, namun melalui Pelabuhan Nusantara Parepare. Mereka (importir resmi) memang merasa keberatan, karena selama ini mereka sudah membayar pajak, namun barang titipan yang mereka bawa ternyata tidak memiliki izin,” ungkapnya.

“Selanjutnya, barang seludupan ini kami akan bawa ke Polda untuk ditindak lanjuti,” lanjut Kasubdit Kamsus Intelkam Polda Sulsel, Kompol Sugeng Setiabudi.(mat/ade)

  • Dipublish : 30 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami