Polisi Jual Masker Sitaan, Mahfud: Asal Uang Tidak Dimakan Sendiri

Menko Polhukam Mahfud MD. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Menko Polhukam Mahfud MD. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Jajaran Polda Metro Jaya memutuskan menjual kembali masker yang ditimbun dengan harga normal. Keputusan ini diambil karena kebutuhan masyarakat terhadap barang tersebut tengah meningkat, di tengah kasus virus korona (Covid-19) di Indonesia.

Terkait itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak mempermasalahkan keputusan tersebut. Karena, ada kepentingan masyarakat luas yang menjadi dasar pertimbangan.

“Masyarakat butuh, asal uang tidak dimakan sendiri kan boleh. Kembali ke negara, bisa kembali ke dia (pelaku),” kata Mahfud di Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

“Misal saya nyita dari si A dia menjual Rp 100 ribu polisi cuma jual Rp 20 ribu ya kasih kan aja ke dia (pelaku) semua. Yang penting dipertanggungjawabkan, yang penting masyarakat butuh supaya dilayani,” imbuhnya.

Mahfud pun menilai tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh polri dengan kebijakan tersebut. Namun, dia mengingatkan agar aparat jeli dalam melihat motif kejahatan penimbunan masker ini.

“Menurut saya sih nggak (melanggar aturan), tapi lihat motif dulu. Menjual punya orang yang disita itu kan kalau penjulan dianggap pelanggaran pidana kan harus ada dulu motifnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menemukan 60 ribu masker ditimbun di wilayahnya. Pelaku sengaja menimbun masker untuk dijual dengan harga selangit. Hal itu menyusul naiknya harga masker di pasaran usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada kasus korona di Indonesia.

Sebagai tindakan tegas, selain menyeret pelaku ke jalur pidana, polisi juga akan menjual masker-masker hasil timbunan ini dengan harga normal kepada masyarakat. Yakni senilai Rp 22 ribu per boks. Situasi ini diputuskan mengingat adanya kebutuhan masyarakat terhadap masker. (jp)

  • Dipublish : 6 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami