Polisi Jual Masker Sitaan, Pengamat Anggap Polri Langgar Aturan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,– Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto tak sepakat jika jajaran Polri menjual masker hasil penimbunan. Menurutnya, masker itu harus tetap menjadi barang bukti hingga ada keputusan tetap dari pengadilan.

“Enggak boleh, (polisi jual masker). Barang-barang sitaan itu harus tetap menjadi barang bukti yang harus dibawa ke pengadilan,” kata Bambang saat dihubungi, Sabtu (7/3).

Alasan kondisi darurat yang digunakan polri pun dianggap tidak tepat. pasalnya jika mengacu pada Undang-undang darurat, saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Indonesia tengah mengalami darurat korona (Covid-19).

Oleh karena itu, tupoksi polri tetap pada upaya penegakan hukum. “Bahwa pengadilan memutuskan barang itu dibagikan, dijual, dilelang, nanti itu di pengadilan. Jadi tidak bisa Kepolisian menyita langsung menjual dengan alasan darurat,” jelas Bambang.

Begitu pula dengan alasan diskresi. Bambang menyebut diskresi bisa dilakukan polri apabila keadaan sudah mendesak. Selain itu, tidak ada instansi lain terkait dengan kondisi mendesak tersebut. “Soal jualan produk kesehatan, ada lembaga lain yang lebih tepat untuk mendistribusikannya, ada Kemenperindag dan lain-lain yang bisa melakukan operasi pasar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menemukan 60 ribu masker ditimbun di wilayahnya. Pelaku sengaja menimbun masker untuk dijual dengan harga selangit. Hal itu menyusul naiknya harga masker di pasaran usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada kasus korona di Indonesia.

Sebagai tindakan tegas, selain menyeret pelaku ke jalur pidana, polisi juga akan menjual masker-masker hasil timbunan ini dengan harga normal kepada masyarakat. Yakni senilai Rp 22 ribu per boks. Situasi ini diputuskan mengingat adanya kebutuhan masyarakat terhadap masker. (jp)

  • Dipublish : 7 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami