Polisi Lacak Orang Tua Keji Pengubur Bayi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PONOROGO, – Polisi melacak orang tua keji jasad bayi yang ditemukan terkubur di saluran irigasi Kaponan, Mlarak, Kamis lalu (30/1). Warga sekitar didata untuk mencari tahu perempuan hamil dalam setahun terakhir. ‘’Bhabinkamtibmas saat ini turun ke lapangan,’’ kata KBO Satreskrim Polres Ponorogo Iptu Hariyadi (31/1).

Usai ditemukan jasad orok laki-laki itu dievakuasi ke RSUD dr Harjono Ponorogo. Olah tempat kejadian pekara (TKP) disaksikan langsung Kapolres AKBP Arief Fitrianto. Hingga kemarin, pihaknya sudah memeriksa empat orang. Salah satunya Prayogo, warga Kaponan yang menemukan pertama kali jasad tersebut. ‘’Mungkin akan ada saksi-saksi lain yang akan kami periksa,’’ ujar Hariyadi.

Polisi juga bakal menggali informasi dari bidan desa. Dimungkinkan ada informasi berharga yang bisa didapat. Juga, dari pendataan ibu hamil di lingkungan sekitar. ‘’Saat ini masih terus kami lakukan pendalaman,’’ sebutnya.

Polisi cukup kesulitan mengidentifikasi jasad orok. Hasil otopsi tim forensik RS Bhayangkara Kediri juga masih minim informasi penting. ‘’Karena sudah membusuk, jadi pemeriksaannya agak sulit,’’ ungkap dr Tutik Purwanti SpF, dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, Kamis malam.

Para ahli forensik diminta mencari tahu musabab tewasnya bayi tersebut. Sayangnya, Tutik mengaku fakta yang dicari kabur. ‘’Apakah (meninggal) karena luka, atau memang karena pembusukan’’ sebut Tutik sembari menambahkan orok meninggal antara dua atau tiga hari sebelum ditemukan.

Pihaknya sudah mengambil berbagai sampel yang diperlukan. Akan diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab meninggalnya bayi. Selain itu, untuk memastikan siapa orang tua bayi tersebut. ‘’Tinggal menunggu hasilnya. Dari identifikasi, tali pusar bayi masih ada. Tapi ari-arinya tidak ada. Panjang bayi 48 sentimeter,’’ ungkapnya. (radarmadiun.jawapos.com)

  • Dipublish : 1 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami