Polisi Pastikan Seluruh Perbatasan Jakarta Masih Bisa Dilewati

Suasana lalu lintas tampak lengang di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. Hingga hari ini sudah ada 1.512 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 517.743 orang, yang telah melakukan langkah pencegahan Covid-19 sekaligus mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Langkah ini tertuang dalam Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020, yang berisi imbauan untuk menghentikan kegiatan perkantoran dari tanggal 23 Maret - 5 April 2020. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Suasana lalu lintas tampak lengang di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. Hingga hari ini sudah ada 1.512 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 517.743 orang, yang telah melakukan langkah pencegahan Covid-19 sekaligus mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Langkah ini tertuang dalam Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020, yang berisi imbauan untuk menghentikan kegiatan perkantoran dari tanggal 23 Maret - 5 April 2020. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA,– Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan tidak ada penutupan jalan di seluruh pintu masuk Jakarta. Warga luar Jakarta yang hendak masuk masih diperbolehkan melalui perbatasan manapun.

“Enggak ada (penutupan perbatasan Jakarta),” kata Sambodo saat dikonfirmasi, Senin (30/3).

Diketahui, memang beredar kabar di media sosial bahwa Jakarta akan melakukan lockdown. Surat Telegram kepolisian penutupan perbatasan Jakarta pun tersebar. Kemudian diklarifikasi bahwa surat tersebut hanya sebatas simulasi.

Sementara itu, belakangan juga ramai video yang menyebutkan penutupan jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Borobudur. Kendati demikian, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Ari Ardian memastikan penutupan tersebut bukan lockdown.

Melainkan warga setempat hanya membatasi kegiatan di wilayah RW 04, Cipinang Melayu. “Sesuai keterangan Pak RT bukan di lockdown/ditutup, tapi hanya membatasi wilayah RW 4 dari RT 1 Sampai RT 9,” sambung Ari.

Warga menyebut keputusanitu diambil lantaran salah seoranh warganya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Oleh karena itu, warga setempat hanya memberlakukan 1 akses untuk keluar masuk wilayah tersebut. (jp)

  • Dipublish : 30 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami