Polisi Ringkus Tersangka Penipuan CPNS Rp 1,03 Miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Petugas Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur, meringkus seorang tersangka pelaku penipuan CPNS. Total kerugian para korban mencapai 1,03 miliar rupiah.

Kapolres Madiun Kota AKBP Putu Dewa Eka Darmawan mengatakan, tersangka adalah NK, 45, warga Kelurahan Sekip Hulu, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Tersangka ditangkap di tempat tinggalnya di Kelurahan Tengkerang Tengah, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau. Sebelumnya dia tinggal dan bekerja di Kota Madiun.

”NK ini karyawan swasta dan mengaku bisa meloloskan ujian CPNS dengan imbalan sejumlah uang. Tetapi setelah korban selesai mengikuti tes, janji tersebut tidak terealisasi,” ujar AKBP Dewa seperti dilansir dari Antara di Mapolres Madiun Kota.

Menurut dia, tersangka dilaporkan Purwanto, warga Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Purwanto bersama tiga orang temannya menjadi korban penipuan NK yang mengaku bisa meloloskan ujian CPNS untuk formasi di Pemerintah Kota Madiun.

Tak tanggung-tanggung, korban bersama teman-temannya telah tertipu hingga total mencapai Rp 1,035 miliar. Tak kunjung terealisasi janji tersangka, korban lalu melaporkannya ke polisi.

”Kejadian dugaan penipuan itu terjadi pada kurun waktu Mei sampai Oktober 2019. Setelah ditunggu, janji-janji tersangka belum juga terbukti dan akhirnya korban melapor pada Mei,” ungkap Kapolres AKBP Dewa.

Setelah melakukan pengejaran, petugas akhirnya berhasil mengamankan tersangka NK di rumah istri keduanya di Riau. Kapolres menjelaskan, besaran uang yang disetorkan korban kepada tersangka bervariasi. Rata-rata, tersangka mendapatkan sekitar Rp 250 juta dari satu korbannya.

Kepada polisi, tersangka mengaku uang tersebut sudah habis digunakan untuk berfoya-foya, menikah lagi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejauh ini baru ada empat orang yang mengaku sebagai korban. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum melapor ke aparat kepolisian.

”Pengakuan tersangka kepada polisi, aksinya tersebut baru kali pertama dilakukan,” terang Dewa.

Petugas lalu melakukan upaya membawa tersangka dari Pekanbaru, Riau, menuju Polres Madiun Kota untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Atas tindakannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun.(Jpc/jm)

  • Dipublish : 30 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami