Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus 50 Ton BBM Ilegal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jambi– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Jambi menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengerebekan gudang tempat pengoplosan bahan bakar minyak (BBM). Para pelaku mengoplos solar resmi yang dicampur dengan minyak ilegal hasil ilegal driling untuk dijual kembali ke industri dan pelanggan lain guna mendapatkan keuntungan besar.

Keempat orang yang ditetapkan tersangka yaitu Agus Rudianto selaku pengelola gudang, Edo Syahfutra dan Suhendri sopir mobil truk tangki yang diamankan saat penggerebekan, dan Liyan Arnara karyawan PT Mitra Tirta Loka Lestari (MTLL).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi Kombespol Edi Faryadi seperti dilansir dari Antara di Jambi menjelaskan, dalam kasus itu, tiga tersangka diamankan saat anggota melakukan penggerebekan di gudang tersebut. Sedangkan tersangka Liyan Arnara adalah karyawan PT MTLL sebagai konsumen BBM ilegal di gudang tersebut.

Dalam penggerebekan di gudang BMM ilegal di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, pada Rabu (25/8) tersebut, sedikitnya 50 ton solar dan minyak mentah yang disimpan dalam drum dan tedmon ukuran besar, serta truk modifikasi diamankan. ”Gudang pengoplosan BBM ilegal tersebut disamarkan dengan pagar seng dan pintu bertulisan bengkel las,” ujar Edi Faryadi.

Penggerebekan tersebut, lanjut dia, berawal dari informasi masyarakat bahwa di kawasan tersebut ada aktivitas pengoplosan BBM ilegal. Saat penggerebekan, ada satu unit truk tangki BBM untuk industri milik PT Carpotama Tanggang Jaya, yang sedang menurunkan sebagian muatan yang baru diambil di depot Pertamina, Kasang, Kecamatan Jambi Timur.

”Jadi modusnya, BBM yang diambil dari depot Pertamina langsung dibawa ke gudang tersebut kemudian sebagian diturunkan. Lalu diganti dengan minyak mentah campuran yang sebelumnya telah diolah sendiri menjadi solar,” terang Edi Faryadi.

Anggota Ditreskrimsus yang turun ke lokasi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 39 tedmon berisi solar dan minyak mentah, dengan total sekitar 50 ton. Kemudian tepung bleacing atau pewarna. Tepung itu digunakan sebagai bahan campuran mengoplos minyak mentah menjadi BBM ilegal.

”Melihat kondisi gudang tersebut, diduga kegiatan ilegal ini sudah berlangsung cukup lama. Di lokasi, polisi juga mengamankan satu unit truk hijau BH 8828 MU berisi solar, satu mobil truk kuning BA 8399 PU berisi solar, satu mobil truk berwarna biru dan merah BH 8396 JB berisi bakar solar. Lalu satu mobil tangki biru putih BH 8019 MH berisi solar dengan tulisan PT Caprotama Tanggang Jaya,” kata Edi Faryadi.

Selain itu, petugas juga mengamankan sepuluh drum besi kapasitas 200 liter berisi solar, enam buah tedmon kapasitas 1.000 liter berisi bensin, tiga buah mesin sedot, enam buah selang sedot, tiga buah karung kapasitas 20 kg berisikan bleaching (pewarna).

”Ada kecurigaan, gudang ini juga menyalurkan minyak oplosan ke SPBU di Jambi. Bisa saja minyak-minyak industri itu mereka oplos dengan dicampur tepung penjernih minyak agar tidak ketahuan bahwa ini minyak oplosan. Dari gudang itu minyak industri yang dioplos itu mulai dari solar dan premium,” kata Edi Faryadi. (jp)

  • Dipublish : 31 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami