Polres Tanjung Perak Ungkap Sindikat Pembuat Surat Tes Cepat Palsu

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum menunjukkan barang bukti kejahatan pembuatan keterangan surat tes cepat Covid-19 palsu. (Hanif Nashrullah/Antara)
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum menunjukkan barang bukti kejahatan pembuatan keterangan surat tes cepat Covid-19 palsu. (Hanif Nashrullah/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id,– Aparat Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkap sindikat pelaku pembuat surat keterangan sehat hasil tes cepat Covid-19 palsu.

”Kami menindaklanjuti laporan masyarakat dan akhirnya berhasil mengungkap sindikat pelaku yang memalsukan surat keterangan tersebut,” ujar Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum seperti dilansir dari Antara.

Surat keterangan sehat tes cepat Covid-19 itu merupakan syarat bagi setiap calon penumpang untuk membeli tiket kapal. Ganis mengatakan, untuk mendapatkan surat keterangan sehat palsu tersebut, setiap calon penumpang kapal laut yang menjadi korban tidak perlu menjalani proses pemeriksaan kesehatan, seperti diambil sampel darah dan lain sebagainya, tapi cukup membayar Rp 100 ribu.

”Para pelakunya melibatkan sejumlah pemilik agen biro jasa perjalanan, selain juga calo tiket di pelabuhan, dan petugas honorer di Puskesmas di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak,” ucap Ganis.

Sebanyak tiga orang pelaku ditangkap, masing-masing berinisial MR, BISA, dan SH. Semuanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Para pelaku, kata Ganis, memalsukan surat dan tanda tangan dari seorang dokter yang bekerja di Puskesmas.

”Berdasarkan keterangan para tersangka, mereka melakukan kejahatannya sejak September. Namun, masih kami dalami, kemungkinan sejak jauh hari sebelumnya,” kata Ganis.

Polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp 5,7 juta yang diduga hasil dari kejahatan para pelaku.

Sementara itu, hingga kini polisi mengungkap ada sembilan biro jasa perjalanan yang terlibat dalam pemalsuan surat keterangan tes cepat palsu di wilayah Tanjung Perak itu.

”Kami masih terus mengembangkan penyelidikan karena kemungkinan masih banyak pelaku lain yang terlibat,” tutur Ganis. (jawapos.com)

  • Dipublish : 22 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami