Polri Ancam Bubarkan Syuting

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Wabah virus corona baru atau covid-19 membuat sejumlah aktivitas dibatasi untuk waktu yang belum ditentukan. Aktivitas lembaga pendidikan, perkantoran hingga transportasi dibatasi demi memutus penularan wabah tersebut, tak terkecuali aktivitas syuting.

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran larangan syuting bagi rumah produksi belum lama ini. Surat berkode B/483/III/HUM.5.3/2020/DivHumas tersebut ditandatangani Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono.

“Ya,” kata Argo saat dikonfirmasi soal kebenaran surat tersebut, Jumat (27/3).

Dalam surat tersebut, kepolisian meminta rumah produksi atau production house (PH) menghentikan atau menunda kegiatan syuting film atau sinetron hingga waktu yang belum ditentukan.

“Bilamana masih ditemukan adanya kegiatan shooting film sinetron yang melibatkan orang banyak (kru atau pemain) akan dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” demikian dikutip dalam surat tersebut.

Hal tersebut, sejalan dengan maklumat Kepala Polri Jenderal Idham Aziz tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Kapolri meminta masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Sejalan dengan Argo, sineas Joko Anwar meminta para sutradara dan produser film, FTV dan iklan untuk menghentikan semua kegiatan syuting.

“Masih banyak yang masih syuting film layar lebar, dan FTV dan iklan,” katanya dalam laman Instagramnya.

Sutradara film “Gundala” itu mengatakan para sineas selalu membuat karya yang bisa menggugah perasaan penontonnya. Hal tersebut tidak akan mampu terwujud jika sang pembuat film mati rasa.

“Sineas kalau bikin film itu selalu mencoba menggali perasaan penonton. Gimana mau menggali perasaan penonton kalau dia sendiri enggak punya perasaan dengan terus syuting dan membahayakan kesehatan orang banyak? Tolonglah #stopsutingdulu,” jelas Joko.

Selain itu, Joko juga sempat memberikan komentar pada unggahan video dari sutradara “My Stupid Boss”, Upi yang memperlihatkan masih ada orang yang nekat untuk tetap memproduksi film atau sinetron.

“Bubarin kalau di daerah tempat tinggal kalian masih ada yang dipergunakan untuk shooting! Tegur langsung atau minta petugas keamanan, atau Pak RT untuk bubarin! Keselamatan warga, keselamatan kalian, dan keluarga kalian yang utama!,” kata Upi.

Joko ikut berkomentar, “Tolonglah #stopsutingdulu. Film bisa menunggu. Itu produser/sutradaranya cari apa sih.”

Sebelum surat edaran larangan syuting tersebut diterbitkan, Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) sudah lebih awal memberi imbauan. PPFI mengimbau seluruh perusahaan film untuk menghentikan kegiatan produksi sementara waktu. Inisiatif itu digalakkan guna menghindari penyebaran virus korona.

“Sebagai upaya pencegahan dan penyebaran wabah virus, dengan ini Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengimbau kepada seluruh perusahaan film, khususnya anggota PPFI agar menghentikan seluruh kegiatan produksi film untuk sementara waktu,” tulis pernyataan tersebut, Rabu (25/3).

Surat yang ditandatangani Ketua Umum PPFI Deddy Mizwar dan Sekretaris Jenderal PPFI Zairin Zain ini bertanggal 23 Maret. Layaknya inbauan, surat tersebut tidak mencantumkan sanksi.

“Terus mengikuti seluruh kebijakan pemerintah Indonesia dalam memerangi penyebaran virus corona,” bunyi surat tersebut.

Tidak disebutkan sampai kapan imbauan tersebut berlaku. PPFI hanya berharap para pelaku industri perfilman termasuk PH bisa menahan diri utnuk sementara hinhh situasi terkendali.

“Marilah kita bersama saling bahu membahu, bersatu saling mengingatkan dan saling menguatkan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, melindungi kita semua. Amin,” tukas pernyataan surat tersebut.(irf/gw/fin)

  • Dipublish : 28 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami