Polri Catat Tangani 370 Kasus Pinjol Ilegal, 93 Perkara Telah Selesai

Ilustrasi seorang warga mengakses aplikasi perusahaan pinjaman online. Sebelum menjadi nasabah, warga harus mengecek perusahaan itu terdaftar atau tidak di OJK. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Ilustrasi seorang warga mengakses aplikasi perusahaan pinjaman online. Sebelum menjadi nasabah, warga harus mengecek perusahaan itu terdaftar atau tidak di OJK. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Bareskrim Polri menangani cukup banyak kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Sepanjang 2020-2021, tercatat ada 370 kasus yang ditangani.

“Bahwa Polri telah menangani kasus pinjaman online sebanyak 370 perkara dengan penyelesaian sebanyak 93 perkara,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika kepada wartawan, Rabu (13/10).

Helmy mengungkapkan, 93 kasus telah selesai dilidik dan sidik. Dengan rincian 8 perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan, 20 perkara diterbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), 63 perkara henti lidik, dan dua perkara dicabut laporannya oleh pelapor.

“Serta 279 perkara masih proses penyelidikan dan 2 proses penyidikan,” imbuhnya.

Seluruh perkara yang tercatat ini ditangani oleh 5 satuan kerja yakni Dittipideksus Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Timur.

Guna mencegah kasus pinjol ilegal bermunculan terus, Polri telah menerbitkan Surat Telegram Kabareskrim. Isinya berupa petunjuk dan arahan kepada jajaran untuk menindak tegas kasus pinjol.

“Kita juga telah melaksanakan sosialisasi melalui media online dan media sosial tentang bahaya pinjaman online oleh Divhumas Mabes Polri, Bidhumas Polda jajaran dan Humas Polres jajaran,” pungkas Helmy. (jpc/jm)

  • Dipublish : 13 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami